| agendakota | |
 |
| iklananda | |
| suaranetter | - Didik Untung Susadi, S.h., Sidoarjo By Pass Krian Rawan
Maling, Ketika Saya Makan Di Pecel Madiun Di Ruko Lapangan Sidomulyo 100 Meter U... [detil]
|
| forumdiskusi | - Topik terbaru : Pdam Oh Pdam... [detil]
- Reply terbaru : Paling Tidak
Perilaku Masyarakat Di Jalanan Yg Tid... [detil]
|
|
| kelana kota | 06 November 2008, 06:49:53, Laporan Eddy Prastyo
Hingga Kamis Pagi Belum Terlihat Tanda AMROZI cs Telah Dieksekusi Mati
suarasurabaya.net| Sampai dengan Kamis (06/11) pagi, dari pantauan suarasurabaya.net, masih belum juga ada kepastian mengenai pelaksanaan eksekusi mati AMROZI dkk.
Tidak terdeteksi tanda-tanda yang menunjukkan eksekusi bisa dilakukan dan tidak ada satupun sumber resmi yang bisa dikonfirmasi mengenai waktu pelaksanaan eksekusi tersebut.
Pantauan di Dermaga Wijaya Pura pagi ini aktivitasnya juga terlihat tidak jauh beda dibanding kemarin. Penjagaan masih tetap ketat. Kendaraan bermotor umum maupun jurnalis dilarang masuk radius 100 meter dari pagar dermaga.
Yang berbeda, pengamanan dari unsur TNI, baik dari TNI AL dan TNI AD lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Pagar kawat berduri pun masih terpasang dan kendaraan yang masuk ke dermaga diperiksa secara ketat.
Tidak adanya sumber resmi yang bisa memberikan informasi mengenai pelaksanaan eksekusi mati ini membuat para jurnalis hanya bisa menerka-nerka waktu pelaksanaannya. Dasarnya, dari pengalaman eksekusi mati dua terpidana kasus narkoba 26 juni 2008 lalu bernama SAMUEL dan ANTONI.
MARWOTO jurnalis dari kantor berita Antara yang ikut meliput dari awal hingga akhir proses eksekusi mati tersebut mengatakan sangat sulit untuk membaca tanda-tanda eksekusi mati AMROZI dkk.
Sama seperti eksekusi mati terpidana kasus narkoba tersebut, seluruh pejabat yang menjadi narasumber bungkam.
Adapun tanda-tanda yang bisa dibaca pada eksekusi mati SAMUEL dan ANTONI, kata MARWOTO jurnalis antara, belum tentu bisa diterapkan dalam eksekusi mati AMROZI dkk.
“Sebelum eksekusi mati SAMUEL dan ANTONI yang dilaksanakan tepat pukul 00.00 WIB, pagi harinya tanggal 25 Juni 2008 pukul 05.00, peti jenazah mulai dimasukkan lewat Dermaga Wijaya Pura. Siangnya,penggali kubur masuk, diikuti beberapa jam kemudian sepasukan regu tembak dari Brimob. Dari sanalah kemudian kita bisa melihat tanda-tanda. Ini semakin kuat ketika penggali kubur membenarkan. Saat itu juga tidak ada pejabat resmi yang bisa memberikan keterangan secara detil,” ujarnya.
Saat persiapan eksekusi mati di Pulau Nusakambangan sudah kian matang, ada kabar bahwa siang ini massa dari FPI Cilacap dan ormas Islam lainnya di Cilacap akan menggelar unjukrasa. Namun hingga kini informasi tersebut masih belum bisa dikonfirmasi kebenarannya.(edy)
kirim berita
| | berita-beritalain | 03 September 2010, 02:30:45 Sekolah Libur Lebaran 2 Minggu 03 September 2010, 02:01:06 Instansi Pemerintah dan Swasta Gelar Mudik Bersama 03 September 2010, 01:41:30 Pemkot Surabaya Razia Tempat Mangkal PSK 02 September 2010, 23:52:23 Hari Pelanggan, Momentum Evaluasi Pelayanan 02 September 2010, 21:35:56 Kapal Tanker Malaysia Terbakar di Sapeken Asal Api Diduga Dari Kompartemen Lima 02 September 2010, 18:37:11 Gubernur Serukan Pengamanan Tempat Wisata 02 September 2010, 18:31:06 Jelang Lebaran 1.600 Guru Al Quran Terima Santunan Zakat YDSF 02 September 2010, 18:28:57 Lalin Jatim Mencemaskan 02 September 2010, 18:20:46 Operasi Ketupat Lebaran 2010 Ditpolair Polda Jatim Kerahkan 22 Kapal Patroli 02 September 2010, 17:26:59 Survei Kadin Jatim : Pemendaman Pipa Gas Kodeco Sulit Dilakukan
- arsip berita - |
|
 |
|
|
|