 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
| agendakota | |
 |
| iklananda | |
| suaranetter | - Zainuddin, Surabaya Sebentar Lagi Kita Umat
Muslim Akan Berjumpa Lagi Dengan Bulan Ramadhan. Mari Kita Persiapkan Diri K... [detil]
|
| forumdiskusi | - Topik terbaru : Beking Resmi... [detil]
- Reply terbaru : Sebaiknya Lain
Kali Kalau Lagi Rapat Sekolah..bawa... [detil]
|
|
| kelana kota | 05 Desember 2009, 20:00:46, Laporan Noer Soetantini
Sumber Mata Air Terancam Aliansi Menghadirkan Trawas Springs Festival 2009
suarasurabaya.net| Sumber mata air merupakan hal terpenting bagi kehidupan manusia. Manakala produksi air dari sumber semakin menyusut, bisa menjadi ancaman.
Seperti halnya yang dialami masyarakat Trawas Kabupaten Mojokerto Jawa Timur. Air yang berasal dari beberapa titik sumber mata air hanya cukup untuk kebutuhan air minum. Petani yang notabene mengolah sawah dan membutuhkan air, sulit menggarap sawah karena selama beberapa tahun terakhir persediaan air dari sumber mata air terus berkurang.
Bahkan di lahan tanaman hutan rakyat (Tahura) di Cangar Mojokerto yang semula memiliki 154 titik sumber mata air, saat ini hanya tinggal 54 titik . Satu diantara pemicu persoalan tersebut adalah belum ada tindakan yang berkelanjutan dalam menyelamatkan sumber mata air di Trawas.
Pemerintah Pusat dan daerah hanya menyelamatkan sumber mata air yang masuk dalam program Penyelamatan Sumber Mata Air Brantas. namun tidak termasuk sumber mata air di Kecamatan Trawas. Di sinilah peran dan kontribusi masyarakat Trawas sangat diperlukan guna menyelamatkan sumber mata air yang ada.
Berdasarkan latar belakang inilah, terbentuklah Aliansi Penyelamat Sumber Mata Air Trawas. Aliansi ini terdiri dari beberapa inisiator dengan kegiatan interaktif yang melibatkan secara langsung masyarakat desa.
SURYO WP satu diantara inisiator yang juga pendiri Pring Woelong pada suarasurabaya.net, Sabtu (05/12), di sela persiapan Trawas Springs Festival 2009 yang bakal digelar 31 Desember 2009 hingga 2 Januari 2010, mengatakan, aliansi akan mengajak masyarakat Trawas dengan merawat sumber mata air, memberdayakan ekonomi dan kearifan tradisi budaya kuno sebagai atraksi pada masyarakat kota yang datang ke Trawas.
”Kita mengajak masyarakat Trawas melestarikan setiap sumber mata air dengan menanam pohon-pohon yang memang tidak bernilai produktif. Dengan penghijauan itu diharapkan mampu menampung resapan air dan menjadi buffer zone. Di sisi lain, ada potensi ekonomi masyarakat yang bisa diangkat sehingga hasilnya bisa dinikmati kembali oleh masyarakat Trawas,”tukasnya.
SURYO mengatakan dibandingkan kota kecamatan sekitarnya, Trawas memiliki potensi beragam yang bisa ditawarkan pada masyarakat luar Trawas. Mulai dari potensi alamnya yang indah seperti Hutan Kemloko, Jurang Gemboro, Kedung Udi. Begitu pula dengan budaya kearifan lokal seperti upacara sedekah bumi, nilai sejarah mulai peninggalan Candi Jolotundo, Reco Lanang sampai Trowulan serta makanan tradisionalnya.
Namun sampai saat ini, kata SURYO, belum ada yang menghasilkan uang bagi masyarakat Trawas. ”Kalau potensi ini diberdayakan dan dikemas secara menyeluruh bisa ’dijual’ ke masyarakat luas. Bahkan Trawas bisa menjadi kota pendidikan terutama kota pendidikan lingkungan,”tukasnya.
Sementara itu, MASHARI inisiator yang juga bendahara acara Trawas Spring Festival 2009, mengatakan, kegiatan Aliansi sudah dimulai dengan bank bibit untuk penghijauan di wilayah sumber mata air. Sejak akhir Oktober lalu, Aliansi melakukan penghijauan di sumber mata air Jolotundo untuk wilayah utara, akhir November di Desa Tamiajeng menyusul penghijauan di Sumber Macan di wilayah selatan Trawas. Untuk barat dan timur juga segera disiapkan.
Sedangkan kegiatan yang menjadi event pertama Aliansi dengan pelaksanaan Trawas Springs Festival 2009 New Year’s Eve 2010. Seluruh kegiatan dipusatkan ke Vila Jerapah Dusun Slepi Desa Ketapanrame Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan tersebut akan digelar secara rutin setiap libur panjang sepanjang tahun dengan mengupayakan untuk dinikmati masyarakat kota yang datang ke Trawas. Masyarakat desa yang ketempatan kegiatan akan diajak menyuguhkan dagangannya dengan menyesuaikan selera konsumen kota.
”Beragam kuliner khas Trawas bisa dinikmati pengunjung mulai dari jajanan tradisional, salad bar (beragam sayuran dengan bumbu urap-urap, sambal terasi maupun bumbu pecel. Sedangkan non kuliner, mulai dari beragam kerajinan dan budaya masyarakat Trawas. Saat pergantian tahun, kalau masyarakat kota meniup terompet, di sini diganti dengan kenthongan dan suling,”pungkas MASHARI. (tin)
MASHARI menambahkan untuk kegiatan ini, tidak hanya LSM yang bergabung ke Aliansi. Lions Club Surabaya, Budhis Educational Center, Vihara Berkah Utama, Ikatan Alumni Mater Dei, Lembaga Masyarakat Desa Hutan Tamiajeng, Ubaya Training Center ikut mendukungan gerakan penyelamatan sumber mata air Trawas. (tin)
Teks foto :
1. Persiapan panitia menggelar Trawas Springs Festival 2009
2. Salad tradisional bisa dinikmati masyarakat kota saat menjelang pergantian tahun di Trawas
Foto : TITIN suarasurabaya.net
kirim berita
| | berita-beritalain | 30 Juli 2010, 02:30:14 Laporan APBD 2009 Jadi Sorotan Dewan 30 Juli 2010, 02:16:22 Di Kantor Bappeko Pengundian TPS Pasar Turi Kisruh 30 Juli 2010, 00:55:31 Unilever Mendukung Ikrar Selamatkan Nyawa 29 Juli 2010, 21:15:08 Satu Setengah Jam, Api Berhasil Dipadamkam 29 Juli 2010, 21:04:38 Keterbatasan Container dan Kapal Jadi Kendala Pengiriman Mangaan 29 Juli 2010, 20:27:30 Kebakaran di Home Industry Kerupuk Jl Menur Pumpungan I 29 Juli 2010, 19:32:24 Container Mangaan Ditahan Kadis Pertamben NTT : Izin Pengangkutan dan Penjualan Sesuai Aturan 29 Juli 2010, 18:44:00 Artis Disney Akan Tampil Mirip Karakter Asli 29 Juli 2010, 18:13:08 Aladin dan Jasmine Segera Sapa Surabaya 29 Juli 2010, 17:13:13 Snow Skin Sambut Festival Kue Bulan
- arsip berita - |
|
 |
|
|
|