Cuaca Surabaya
Jumat, 03/09/2010
Cerah, Berawan
25-35 °C
Kurs USD
02/09/2010 17:06:38
Jual = Rp 9.053,00
Beli = Rp 8.963,00
 
  home
  kelana kota
  politik
  road to grahadi
  ekonomi bisnis
  olahraga
  info haji   
  info teknologi
  peta surabaya
  lensa netter
  konsultasi kesehatan
  oase ramadhan   
  konsultasi ramadhan
  opini
arsiptanggal
kampoengmedia
Jelang Lebaran
SCG Bagi 50 Ribu Panduan Mudik Gratis, Dalam rangka Lebaran tahun ini Surabaya City Guide (SCG) kembali bagi-bagikan paduan mudik gratis, tak kurang 50 ribu eksemplar dibagikan. [detil]
arsip
userlogin
username :
password :
daftar   lupa         
agendakota

Galeri Seni "Legong Legasy" tanggal 20 Agustus - 19 September 2010. Tempat HOUSE OF SAMPOERNA, Jl. Taman Sampoerna 6 Surabaya. [detil]

iklananda

BELI HOSTING MURAH, GRATIS TAS KEREN
Hari Kemerdekaan Saatnya Berburu Hadiah! Ayo Serbu Juga Hadiah Tas Menarik Untuk Pembelian Paket Hosting Di Jagoan Hosting Indonesia. Tunggu Apa Lagi? Grab It Fast! Kunjungi Website : Www.jagoanhosting.com

JAGOAN HOSTING MURAH,CEPAT AKSES DALAM & LUAR NEGE
Jagoan Hosting Murah, Memberikan Solusi Agar Website Anda Cepat Jika Diakses Baik Dari Dalam Dan Luar Negeri. Server Berlokasi Di Indosat Data Center Jakarta,koneksi Langsung Ke Iix,bandwidth International Lebih Tinggi Dari Iix. Order Hosting Murah Di: Http://jagoanhosting.com/hosting-indone

DOMAIN MURAH
Dapatkan Domain Murah Di Jagoan Hosting Indonesia. Domain .com, .net , .org , .biz , .info , .us Hanya Rp 95.000 Tanpa Syarat Apapun! Segera Order Domain Murah Sekarang Juga. Keep Your Brand Now! Order Domain Murah : Http://jagoanhosting.com/domain

TELAH HADIR, TOKO ONLINE PROFESIONAL
Tidak Perlu Ragu Lagi Untuk Menggunakan Toko Online Untuk Memasarkan Produk Anda Sekarang Juga. Bersama Jagoanweb, Kemudahan Mengelola Toko Online Bisa Menjadi Milik Anda. Bahkan Tanpa Harus Memahami Scripting / Teknik Pembuatan Website. Kunjungi Www.jagoanweb.com

FORDEON - FORM BUILDER MULTI FUNGSI
Fordeon Adlh Sebuah Form Builder Online Yg Dapat Memudahkan Anda Dlm Membuat Segala Bentuk Form,seperti Form Penjualan Online,form Survey Online,form Konfirmasi Pembayaran Online Dll. Keunggulan Fordeon, Adlh Dilengkapi Dg Minicart Yg Dapat Anda Gunakan Sebagai Online Store. Fordeon.com

suaranetter
  • Didik Untung Susadi, S.h., Sidoarjo By Pass Krian Rawan
    Maling, Ketika Saya Makan
    Di Pecel Madiun Di Ruko
    Lapangan Sidomulyo 100
    Meter U... [detil]
forumdiskusi
  • Topik terbaru : Pdam Oh Pdam... [detil]

  • Reply terbaru : Paling Tidak
    Perilaku
    Masyarakat Di
    Jalanan Yg Tid... [detil]
opini
Menghindari Disaster Transportasi Udara Akibat Cuaca, Unsur cuaca seperti kabut, perawanan (cloudiness), jarak penglihatan, dan turbulensi udara merupakan faktor yang sangat menentukan di dalam penerbangan. [detil]
arsip
Oase Ramadhan

25 September 2008, 16:01:52

Cerpen - Alpen Prosa
Gaza Tanpa Air Mata

suarasurabaya.net| Oleh: TEEMHA

Kulihat Ali, adik bayiku terbujur kaku di atas ranjang. Tubuhnya yang kecil terlihat sangat kurus di akhir hayatnya. Ia kena diare sejak seminggu terakhir. Ajal menjemputnya tanpa sempat Ummi membawanya ke rumah sakit.

Tidak ada tangis berderai di wajah Ummi. Beliau sangat tabah. Hanya pelukan erat Ummi mengantar Ali sampai ke pemakaman yang sesak dengan jenazah para syuhada. Ummi melarangku menangis karena kepergian Ali ke ramhatullah.

”Ali sudah kembali kepada Allah. Tak perlu ditangisi. Ia bahagia di sisi Allah,” begitu kata Ummi tanpa sedikitpun memperlihatkan kesedihan.

Kulihat Ummi tersenyum padaku. Entah senyum apa namanya. Tapi itulah Ummi, wanita tegar yang tak pernah menyisakan sedih diantara kepiluan yang kami alami selama blokade jalur Gaza oleh Israel.
Ramadhan kali ini, kami melewatkannya dengan serba susah. Untuk memenuhi kebutuhan pokok, sangat sulit mendapatkannya. Kalaupun ada harganya sangat mahal, hampir tak terjangkau dengan uang yang ada. Puasa ini, kami hanya makan di saat berbuka. Itupun hanya dengan kurma dan air.

Ali yang seharusnya menyusu pada Ummi, tak mendapat makanan sehat, karena Ummi makan tidak teratur. Diare akut menyerangnya sejak sepekan terakhir. Di usia dua bulan Ali harus pulang ke rahmatullah dengan kehidupan getir mengantarnya pergi.
***

”Kapan Abi pulang, Mi?” rengekku pada Ummi yang sedang menjahit pakaian.
”Abi sedang berjuang. Anak mujahid tak boleh cengeng,” Ummi membelai kepalaku.

Bagaimana aku tak merengek, rasa rindu pada Abi sudah membuncah. Hampir enam bulan Abi tidak pulang. Bahkan sekedar mengirim pesan pun tidak. Abi adalah anggota pergerakan Islam yang memperjuangkan penegakan syariah dan khilafah. Tidak biasa Abi pergi dalam waktu lama tanpa kabar.

”Apakah Abi akan pulang Idul Fitri nanti, Mi?” tanyaku lagi.
“Entahlah,” Ummi menjawab tanpa memberi harapan. “Berdoalah kepada Allah untuk keselamatan Abi,” pinta Ummi.

Aku berlari ke arah jendela. Kutengadahkan kepala menghadap langit. Kerudungku bergerak melambai diterpa angin. ”Ya Allah, aku tahu, di luar sana, Abi sedang berjuang untuk Islam, untuk kaum muslim yang sedang menderita. Ya Allah, Engkau pernah menjanjikan, suatu saat kaum muslim akan kembali dalam keadaan yang baik, di bawah sebuah aturan Islam yang menaungi kami, melindungi seluruh umat Islam. Segerakan kami pada janji itu ya, Allah. Karena Engkau, tak pernah ingkar janji,” kututup doa dengan mata berkaca-kaca.
***

Ummi menyuruhku berbelanja di pasar. Tak banyak yang bisa kubeli dengan uang yang sangat terbatas. Pedagangpun tidak banyak. Mereka kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok, karena blokade tentara Israel di jalur Gaza.

Sampai di rumah banyak orang di rumahku. Kulihat wajah mereka murung, bahkan sebagian wanita menangis. Sontak hatiku gelisah. Diantara debar jantung yang semakin menguat, kulangkahkan kaki perlahan mendekati pintu rumah.

”Aisyah,” suara yang sudah sangat kukenal memanggil. Umar, abangku menghampiri. Pundaku dirangkulnya menjauhi pintu rumah. Ia mengajakku duduk di bangku samping rumah.
”Ada apa?”
”Kau tahu, Abi pernah mengatakan, kehidupan di dunia hanyalah sementara. Kehidupan yang kekal adalah di akhirat. Karena itu, kehidupan di dunia harus digunakan untuk melakukan banyak amal sholeh. Melakukan segala perintah Allah dan menjauhi laranganNya,” panjang lebar Umar memberiku kuliah pendek tentang kehidupan, sama persis seperti yang pernah disampaikan Abi.

”Di dunia, tak apa kita hidup miskin. Asal di akhirat kita bahagia,” kataku menanggapi.
Umar menangguk. Ia tersenyum kepadaku.
”Kenapa banyak orang di rumah kita?”
”Mereka ingin mengantar Abi.”
”Kemana?”
”Ke tempat peristirahatan terakhir,” Umar mengatakannya tanpa ekspresi.
”Maksudnya?”
”Abi telah berpulang ke rahmatullah. Peluru menembus dadanya dalam pertempuran tadi malam di pinggir kota.”

Seluruh tubuhku lemas. Bibirku tak mampu berkata-kata. Aku berlari ke dalam rumah.
”Abi...” bisikku lirih pada tubuh Abi yang telah dikafani.
”Tak perlu sedih. Abi kembali kepada Allah sebagai pejuang,” Ummi memelukku dari belakang. Seperti biasa, tak ada tangis di mata Ummi. Sekuat tenaga kutahan tangis, karena seharusnya aku bahagia karena surga telah rindu menanti kedatangan pejuang-pejuang Allah.
***

Umar mengemasi pakaiannya dalam sebuah tas butut. Aku hanya melihat kesibukannya dari pintu kamar. Jauh dalam hati kecilku berharap, Umar tidak akan pergi. Tapi ini bukan waktunya untuk merengek dan cengeng menghadapi kenyataan hidup.

”Aku ingin kau mewarisi Al Qur’anku,” Umar memberikan Al Qur’an kecil kesayangannya ke tanganku. Aku menerimanya dengan bahagia. Kuciumi Al Qur’an itu, seketika wangi semerbak memenuhi hidungku.

”Jaga Ummi. Kau harus bersabar. Semoga Allah mempertemukan kita di surga,” Umar mencium keningku lalu buru-buru keluar kamar.

Di ruang tengah Ummi sudah berdiri menantinya.
”Aku pergi, Ummi. Medan jihad sudah menungguku. Ikhlaskan aku Ummi,” Umar berpamitan pada Ummi.
”Pergilah mujahid. Allah melindungimu,” Ummi mencium kening Umar. Sekilas Umar melihatku lalu pergi.

Aku dan Ummi mengantar Umar sampai di pintu. Kami mengantar kepergian kaka sulungku seakan tak akan bertemu kembali. Ramadhan ini mungkin kali terakhir aku bertemu dengan Umar. Dunia memang bukan akhir dari tujuan hidup. Tak apalah dalam kehidupan dunia, keluarga kami tercerai-berai. Karena itu, kulepas kepergian Umar dengan lapang dada. Tak ada tangis sedikitpun dari mataku. Aku hanya berharap, Allah akan mempertemukan keluarga kami kelak di surgaNya.(ipg)




kirim berita

  berita-beritalain
  • 24 September 2008, 18:43:47
    Cerpen - Alpen Prosa
    Rahmat Mendapat Hidayah

  • 23 September 2008, 14:28:12
    Cerpen - Alpen Prosa
    Elizabeth Jadi Fathimah

  • 21 September 2008, 13:33:44
    Cerpen - Alpen Prosa
    Hidayah itu…

  • 20 September 2008, 10:20:52
    Cerpen - Alpen Prosa
    Ifthar di ELM

  • 19 September 2008, 15:03:54
    Cerpen - Alpen Prosa
    Sahabat Pilihan

  • 17 September 2008, 13:05:24
    Cerpen - Alpen Prosa
    Nenek....

  • 16 September 2008, 17:21:55
    Cerpen - Alpen Prosa
    Catatan Sang Koruptor

  • 15 September 2008, 12:11:21
    Cerpen - Alpen Prosa
    Ibunda, Bakti Tak Ternilai

  • 13 September 2008, 15:36:33
    Cerpen - Alpen Prosa
    Petuah Kakek

  • 12 September 2008, 16:41:20
    Cerpen - Alpen Prosa
    Ramadhan di Xinjiang

  • - arsip berita -

      Search
    Google
     
    potretkelanakota

    HARI PELANGGAN, KAMPANYE KAWASAN BEBAS ROKOK
    arsippotret

    sajiankuliner
    Ceker Ayam Mak Klenyerr..., Kulit cekernya terasa lembut, bumbunya pun merasuk hingga ke tulang. [detil]
    arsipkuliner

    soerabajatempo doeloe

    JEMBATAN MERAH 1903

    resensibuku
    Suara Surabaya Bukan Radio , Keberadaan SS sangat fenomenal. SS pada titik awal contoh sukses industri radio. Buku Suara Surabaya Bukan Radio menuliskan semangat perjalanan itu. [detil]
    arsipresensi

    copyright 2005 suarasurabaya.net, all rights reserved.
    kontak redaksi |