| agendakota | |
 |
| iklananda | |
| suaranetter | - Setijo, Surabaya Air Pdam Daerah Kenjeran
Mati !!!!
1. Tanggung Jawab Pdam Sby ?
2. Mengapa Jadwal Tidak Di Publi... [detil]
|
| forumdiskusi | - Topik terbaru : Speedy Penipu Di
Daerah... [detil]
- Reply terbaru : Tahun 2020
Indonesia Diperkirakan Akn Menuju Ke Ti... [detil]
|
|

| opini | | Kategori: Teknologi Informasi 24 Mei 2008, 02:29:22 Opini: Lendy Widayana
Meraih Kemandirian dan Kebebasan Teknologi Informasi. Dari Budaya Beli ke Pemberdayaan SDM
suarasurabaya.net|
Tanpa harus dihubungkan dengan peringatan seabad Kebangkitan Nasional persoalan teknologi informasi komunikasi di Indonesia dari waktu ke waktu adalah masih pada bagaimana membangun kemandirian warga bangsa ini akan penguasaan teknologi yang semakin melekat dengan kehidupan kita. Tidak perlu mengorek soal kebijakan nasional Pemerintah dalam hal teknologi informasi komunikasi. Karena kondisinya masih sama, tidak jelas.
"Menginjak Ke Bumi" (down to earth), lebih baik kita menyemangati sektor swasta dan masyarakat umum untuk meraih keunggulan penguasaan teknologi informasi komunikasi. Kita perlu mengakselerasi pemanfaatan FOSS (Free/Open Source Software) tidak hanya di lapisan sekolah-sekolah seperti hari ini. Tetapi mempercepat aplikasinya juga pada tingkat perusahaan. FOSS adalah medium praktis dan cepat untuk mengurangi ketergantungan pemakainya pada merk/produsen tertentu.
Peta bisnis produsen teknologi informasi komunikasi semakin lama semakin cepat berubah. Sebuah merk hari ini eksis dan merajai pasar, bulan atau tahun depan belum tentu masih bernasib baik. Ini bahayanya jika kita membeli dan menggantungkan diri pada sebuah produk. Jika produk itu tidak berlanjut (discontinued) secara produksi atau dukungan purna jualnya hingga produsen itu bangkrut, siapa yang akan bertanggung jawab akan keberlangsungan pengembangannya ?
FOSS adalah sarana memberdayakan SDM yang tidak saja hanya bisa sebagai pemakai, tetapi mampu mengembangkan aplikasi secara swadaya. Singkatnya, daripada biaya dikeluarkan untuk membeli produk, lebih baik digunakan untuk melatih dan memberdayakan SDM internal. Efisiensi adalah kata kunci yang terus dicari oleh pengusaha di iklim ekonomi sulit seperti sekarang. Penghargaan (rewards) terhadap prestasi karyawan yang dapat melakukan penghematan melalui penggunaan FOSS dapat dijadikan model untuk mengakselerasi aplikasi FOSS perusahaan.
FOSS bagi dunia usaha
Konotasi bahwa FOSS hanya bagi orang yang mengerti teknis komputer tidak sepenuhnya benar. Dari mulai instalasi sistem operasi sampai aplikasi dan pengembangannya saat ini semakin mudah (user friendly). Kalaupun ada yang perlu dipelajari, masih wajar sebagai tahap untuk membiasakan diri.
Untuk sosialisasi dan pengembangan FOSS khususnya bagi negara berkembang, sejak beberapa tahun lalu organisasi PBB melalui UNDP (United Nation Development Programme) membentuk IOSN (International Open Source Network). Khususnya bagi organisasi atau berbagai asosiasi bisnis di Indonesia, kerjasama nasional maupun internasional sebenarnya dapat digalang untuk memberdayakan anggotanya dalam penguasaan perangkat lunak FOSS ini. Dunia usaha kecil dan menengah saat ini sangat membutuhkan solusi teknologi informasi yang murah dan fleksibel untuk dikembangkan.
Bergerak ke aplikasi online
Jaringan Internet pita lebar (broadband) saat ini memberi ruang bagi makin merebaknya aplikasi komputer yang bersifat online. Mulai dari aplikasi surat menyurat hingga akuntansi serta alat produktivitas kerja lainnya tersedia gratis secara online. Google perusahaan Internet yang makin meraksasa memelopori aplikasi surat (word), pengolah angka, hingga presentasi dan akan meluas ke aplikasi lainnya. Pemain lainnya adalah Zoho.Com yang menyediakan berbagai aplikasi standar bisnis. Tren dunia aplikasi online gratis ini adalah jawaban aplikasi Internet yang semakin menyatu dengan kegiatan komputasi. Ke depan, koneksi Internet mempunyai kecepatan akses secepat yang ada di jaringan lokal (LAN). Bagi pengguna komputer pribadi yang mudah mendapatkan akses Internet, aplikasi pun tidak perlu lagi dipasang di komputer pribadi tetapi cukup mengandalkan koneksi Internet.
Pergeseran bahwa semua perangkat teknologi informasi komunikasi akan menyentuh titik harga terendah bahkan gratis makin dekat waktunya. Koneksi Internet menjadi nadi komunikasi informasi. Yang dibayar dan makin tinggi harganya adalah nilai sumber daya manusia.
LENDY WIDAYANA,
IndonesiaDiscovery Research & Documentary.
lendy@indonesiadiscovery.net
Info perangkat lunak FOSS
Free software yang dikembangkan oleh komunitas
http://www.sourceforge.net
Free software untuk berbagai aplikasi
http://www.freeware-guide.com
http://www.softpedia.com
Ilustrasi grafis : "Next Generation" (Lendy Widayana)
kirim komentar
| | komentarmember (1) | 01 Juli 2008, 15:28:14 komentar: Harsya sukses suara surabaya,...
suara surabaya di kalangan pemuda sudah semakin banyak.....
saya dan teman" sudah dari SD mendengar suara surabaya karena informasinya yang akurat dan tepat,...
banyakkan acara tentang membahas anak muda dan kesehatan,..
karena menarik sekali untuk di dengar,...
trima kasih....
wasalam
|
- arsip komentar opini ini - | | opini-opinilain | 25 Februari 2008, 15:48:11 Ekonomi baru Internet (3) Berebut Massa Ruang Publik Maya 18 Februari 2008, 00:16:00 Ekonomi baru Internet (2). Bisnis dari Sistem Pencari dan Data Perilaku Pengakses 27 Desember 2007, 21:44:39 Ekonomi baru Internet (1). Dibangun dari Semangat Sharing (berbagi) dan Kolaboratif 25 Oktober 2007, 21:49:34 Memasuki Jaman IT as a Service Peluang Besar Bisnis Data Center Belum Banyak Dilirik 03 September 2007, 17:46:36 Internet Mempengaruhi Keputusan untuk Membeli 24 Juli 2007, 23:37:25 Memetakan Ulang Bisnis di Era Internet (3) Serba Online Dongkrak Pendapatan 05 Juli 2007, 01:45:46 Memetakan Ulang Bisnis di Era Internet (2) Konten Video Mendominasi Internet Masa Depan 21 Juni 2007, 03:20:16 Memetakan Ulang Bisnis di Era Internet (1) 04 Juni 2007, 12:38:45 Peluang Besar ke Depan Ragam Aplikasi TI 10 Mei 2007, 17:25:39 IT Leadership Diperlukan Semua Pemimpin Jaman Sekarang
- arsip opini - |
|
 |

 | Quick Count Pilgub Jatim |  |  |
| 1. KAJI | 25.363 % |
| 2. SR | 22.1864 % |
| 3. SALAM | 19.388 % |
| 4. ACHSAN | 7.55376 % |
| 5. KARSA | 25.5089 % |
Total daftar pemilih tetap: 190614
Sumber: Litbang Kompas lihat hasil
|  |
|
|