 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
 |
| agendakota | |
 |
| iklananda | |
| suaranetter | - Zainuddin, Surabaya Sebentar Lagi Kita Umat
Muslim Akan Berjumpa Lagi Dengan Bulan Ramadhan. Mari Kita Persiapkan Diri K... [detil]
|
| forumdiskusi | - Topik terbaru : Beking Resmi... [detil]
- Reply terbaru : Sebaiknya Lain
Kali Kalau Lagi Rapat Sekolah..bawa... [detil]
|
|
| pernik khatulistiwa | 01 September 2007, 18:33:59, Laporan Iping Supingah
Motret PSK, Jika Sendiri Resiko Lebih Besar
suarasurabaya.net| Jika ingin memotret kehidupan dan aktifitas pekerja seks komersial (PSK), sebaiknya tidak melakukannya seorang diri. Resikonya lebih besar, ungkap YUYUNG ABDI.
Disela peluncuran buku dan pameran foto yang bertajuk "Sex For Sale" Potret Faktual Prostitusi 27 Kota di Indonesia di Royal Plaza Surabaya, Sabtu (01/09), YUYUNG ABDI fotografer jurnalistik Jawa Pos ini mengatakan, supaya lebih aman bagi pemotret, saat memotret PSK sebaiknya membawa teman.
"Kalau kita datang ke tempat lokalisasi sebaiknya rame-rame. Jadi perhatian tidak hanya terfokus pada fotografer. Teman lainnya bisa mengalihkan perhatian, dan fotografer bisa cukup leluasa memotret, meskipun kamera tetap harus tersembunyi," paparnya.
Karena itu tidak heran, jika 160 orang juga ikut terlibat dalam menciptakan 333 karya foto plus cerita yang sudah dibukukan YUYUNG dan sebagian foto tersebut saat ini dipamerkan di Royal Plaza hingga 7 September mendatang.
Dalam Bincang Santai usai pembukaan pameran yang menghadirkan tiga fotografer kondang antara lain OSCAR MOTULOH (Antara), ARBAIN RAMBEY (Kompas), dan KRISTUPA W SARAGIH (fotografer.net), YUYUNG menambahkan, ia memilih obyek wanita di lokalisasi karena dinilai lebih menantang.
"Selain menantang karena harus berhadapan dengan para preman dan mucikari, juga menghabiskan biaya tidak sedikit, saya juga lebih memfokuskan sisi kemanusiaan," kata YUYUNG sambil menggambarkan bagaimana ia kesulitan mendapatkan obyek PKS hamil hingga melahirkan.
Sementara itu OSCAR MOTULOH menilai karya fotografi YUYUNG soal prostitusi tersebut mengatakan, fotografer disini masih memperhatikan kaidah investigasi, dan melindungi 'tokoh-tokoh' yang difotonya.
Ditambahkan ARBAIN RAMBEY, memang merupakan tantangan untuk bisa menghasilkan karya foto hingga menjadi sebuah buku. "Jadilah seorang fotografer jurnalistik total, jangan pas bandrol. Karya ini bisa jadi cambuk buat fotografer lain di Indonesia," ujarnya.
Berbeda dengan KRISTUPA W SARAGIH, ia menganggap fotografer yang berhasil adalah fotografer yang bisa membuat foto yang belum pernah dibuat orang lain.
Foto-foto dan cerita yang menggambarkan dunia prostitusi di Indonesia ini mendapat respon INA SILAS General Manager House of Sampoerna.
"Surprise..! Ini karya bagus sekali. Saya tidak mungkin bisa melihat lebih dalam dunia prostitusi jika tidak lewat foto-foto yang dilengkapi cerita-cerita seperti ini," ungkapnya di arena pameran pada suarasurabaya.net.
Teks Foto:
1. YUYUNG (kanan) bersama putranya (baju merah) dan OSCAR MOTULOH.
2. Foto jepretan YUYUNG ABDI yang dipamerkan di Royal Plaza jadi perhatian pengunjung.
Foto: IPING suarasurabaya.net
kirim berita
Klik Foto Berita
| | berita-beritalain | 08 Juni 2009, 19:19:59 Besok EMHA AINUN NADJIB Deklarasikan Presiden Balkadaba 05 Juni 2009, 17:19:59 Kebersamaan Dua Negara Dalam Art Mural Di Viaduc Ketabang Kali 04 Juni 2009, 17:08:59 Besok, Seniman Prancis & Surabaya Garap Art Mural 01 Juni 2009, 19:14:59 JONI RAMLAN Nggak Main-main!! 19 Februari 2008, 19:05:55 Tidak Biasa, Pamerkan Sedulur Sikep Di Abad 21 16 Februari 2008, 18:39:58 Diharapkan, Dari Surabaya Muncul Grup Band Dahsyat 15 Februari 2008, 18:26:20 Digelar Di CCCL Surabaya, Allo Video Workshop Pecinta Video Art 15 Februari 2008, 15:18:43 Besok Di Surabaya Seleksi A Mild Live Wanted 2008 Regional Jawa Timur 04 Februari 2008, 17:15:51 A Mild Live Wanted 2008 Libatkan Praktisi & Jurnalis 01 Februari 2008, 11:58:55 Juni Mendatang Festival Seni Surabaya Bakal Digelar Lagi
- arsip berita - |
|
 |
|
|
|