| agendakota | |
 |
| iklananda | |
| suaranetter | - Jayadi, Surabaya Pemerintah Sekarang
Kurang Peka Dg Situasi Yg Berkembang Saat Ini. Kita Ambil Contoh Pidato Pak Sby ... [detil]
|
| forumdiskusi | - Topik terbaru : Gali Lobang
Tutup Lobang Sudah Biasa.... [detil]
- Reply terbaru : Ide Nopol Ganjil
Genap Yg Boleh Jalan Kayake Patut... [detil]
|
|
| resensi buku |
15 September 2006, 16:22:19, Laporan Noer Soetantini
Indonesia dan Permainan Negara Maju
suarasurabaya.net| Judul buku : Tantangan Indonesia, Solusi Pembangunan Politik Negara Berkembang
Penulis : Riant Nugroho D & Tri Hanurita S
Halaman : viii + 182 halaman
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Pembangunan nasional –bukan hanya pembangunan ekonomi—memerlukan ceteris paribus pembangunan politik yang berhasil. Sistem politik yang baik dan tertata dalam sebuah tertib-demokratis dapat dijadikan sebagai jaminan bagi terjaganya pembangunan ekonomi secara khusus dan pembangunan nasional secara umum.
Politik yang dewasa akan menjaga ekonomi dari biaya tinggi dan inefisiensi nasional. Buku ini memberikan pemahaman yang sederhana namun jernih tentang apa masalah-masalah utama yang perlu diagendakan dalam melakukan pembangunan politik yaitu demokrasi, konflik, korupsi, globalisasi dan governance.(Prof.Dr.Gunawan Sumodiningrat,M.Ec)
Sinopsis :
Buku ini bermula dari kuliah kedua penulis terkait “Masalah-masalah Negara Berkembang” pada Jurusan Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Paramadina. Dilanjutkan dengan diskusi yang panjang untuk menemukan apakah tantangan Indonesia haru ini dan ke depan ?
Apakah tantangan tersebut merupakan tantangan khusus Indonesia ataukah dapat digeneralisasi untuk sebagian besar negara berkembang ? Diskusi tersebut mengkristal dalam temuan bahwa ada lima tantangan pokok. Lima tantangan pokok ini dijabarkan penulis dalam masing-masing bab.
Yang menarik disimak dari bab-bab tersebut adalah bab yang membahas tantangan globalisasi. Kedua penulis, memaparkan fakta-fakta globalisasi dan dampaknya terhadap Indonesia. Penulis mencontohkan fenomena yang paling dahsyat tentang gagasan negara-negara supermaju dan superkaya yang tergabung dalam Kelompok G-7 yakni AS, Jepang, Inggris, Prancis, Kanada, Jerman dan Italia (hal 63).
Mereka menyodorkan kepada dunia gagasan tentang “Kesepakatan Perdagangan Bebas” dalam tuangan Kesepakatan GATT (General Agreement on Trade and Tariffs) dalam Putaran Uruguay pada tahun 1986 dan kemudian diratifikasi pada 1994. Dengan penerapan GATT, terlihat bagaimana negara maju sensitif terhadap monopoli, proteksi dan pengenaan tarif impor yang diberlakukan negara berkembang. Tapi di sisi lain, juga menunjukkan ketidak konsistennya mereka.
Globalisasi bermakna liberalisasi perdagangan dan investasi untuk seluruh negara di dunia menjadi bermakna upaya pelaku bisnis di negara maju untuk memonopoli sumber produksi dan di sisi lain monopoli perdagangan dan pasar di seluruh dunia.
Deskripsi :
Membaca buku ini memang cukup memeras pikiran. Kedua penulis memaparkan dengan data-data yang cukup meyakinkan, bagaimana negara maju bisa memainkan negara-negara miskin termasuk ketidakberdayaan Indonesia.
Bagi mereka yang ingin menambah cakrawala mengenai tantangan riil yang kita hadapi sebagai bangsa besar yang tak terlepas dari perkembangan pesat dunia modern ini. Banyak hal yang dapat ditarik dari pokok-pokok pemikiran buku ini yang dapat dikembangkan lebih jauh oleh para birokrat negara, peneliti, dosen maupun mahasiswa.
kirim berita
| | komentarmember (0) | - arsip komentar resensi buku ini - |
| berita-beritalain | 28 April 2010, 19:45:51 Suara Surabaya Bukan Radio 28 April 2010, 19:00:00 Kisah Radio Sukses 02 April 2010, 15:44:11 Fitur Istimewa Windows 7 27 Februari 2010, 14:42:22 Mastering CMS with Joomla! 25 Desember 2009, 16:17:22 Linux Ubuntu 9 11 Desember 2009, 19:16:34 Kreasi Desain Suvenir 13 November 2009, 15:23:09 Panduan Lengkap Internet 31 Oktober 2009, 15:53:49 Trik & Tip PowerPoint 2007 23 Oktober 2009, 17:11:37 Desain Situs Reader Friendly 09 Oktober 2009, 16:16:01 Adobe Photoshop CS4
- arsip berita -
|
|
 |
|
|
|