
Kirim Ucapan HUT SS
Selamat dan sukses selalu...
Selalu kreatif berbeda yang positif dan tepat sasaran serta uptodate...selamat, dan tetap maju ...penuh inofatif...agar pendengar bisa isi waktu dijalan dengan kuliah terbuka, dengan materi yang variatif, beragam dan hangat...disamping juga membantu kelancaran lantas dan polkam...
Dari: irianto, sidoarjo irianto@gpsindomandiri.com
suara surabaya dan suara demokrasi
Selamat Ultah ke 25, semoga Suara Surabaya ke depan makin menyuburkan dinamika dan tata kehidupan demokrasi yang lebih berkualitas, sehat dan penuh adab. May God Bless SS...
Dari: h. eko walujo suwardyono, surabaya ekows2008@yahoo.com
met ultah ke 26
selamat ultah ke 26..infonya akurat dan sangat membantu masyarakat...kalo iwan fals nyanyi "suara kami tolong dengar lalu sampaikan" kalo ss "suara kami didengar langsung sampai"
Dari: susanto, gresik as.plonk@yahoo.co.id
succes
salam sukses dari hotel sahid sukses selalu di 25 th era sepanjang waktu..
salam sukses
Dari: sahid hotel surabaya, surabaya re_sweetz@yahoo.co.id
Ultah ke-26 SS-FM
Dear SS,
SSku yang tersayang, selamat ulang tahun yang ke-26, semoga di tahun ini kalian akan memperluas pemberitaan yang sangat luas. Saya ingin titip salam kepada Mbak Restu, Mas Aries, Mas Iman, dll.
Dari: Egita Aurelius, Surabaya egitaaurelius@yahoo.com
KEMAS LAHATAN UMMAT
SEMOGA SELALU SUKSES DAN SEMOGA TETAP MEMPERTAHANKAN KEMASLAHATAN UMMAT DAN MENCERSKAN MASYARAKAT
Dari: ACHIYAT, SURABAYA/JL Rungkut Industri Raya 18 WWW.BENGKELAREKSUROBOYO.COM
selamat ultah ke 25 dari KPP Jatim
selamat ultah yang ke 25, smg sukses selalu dan bersinergi untuk prestasi. tingkatkan terus sense of caring untuk masalah pelayanan publik di Jawa Timur, terus siarkan topik2 pelayan publik. selamat dan sukses ya untuk SS
Dari: wahyu kuncoro, SIP MSi, surabaya wahyukkuncoro_kppjatim@yahoo.com
Happy 25 years SUARA SURABAYA
Krn gak tau persis kapan day birth nya, kami sekeluarga mengucapkan HAPPY 25 years SUARA SURABAYA.
Kami bangga Surabaya punya stasiun Radio yang terpercaya dan mampu memberi solusi pada warga Surabaya baik di bidang lalu lintas dan penggagalan kejahatan.
Bravo SUARA SURABAYA, maju terus.
--
(Tepatnya 11 Juni, SS berulang tahun pak Tedjo. Terimakasih perhatiannya. Salam dari Redaksi)
Dari: Tedjo, Surabaya yauwzuxes@yahoo.co.id
tiada hari tanpa radio ss
Di usia yang ke 25 tahun, keberadaan ss sangat
bermanfaat untuk segenap masyarakat jawa timur
khususnya surabaya. semoga dengan bertambahnya usia radio ss semakin di depan.
selamat ulang tahun radio ss yang ke 25.
Dari: kiki, surabaya kikiaja26@yahoo.co.id
SELAMAT ULANG TAHUN
Selamat Ulang Tahun Suara Surabaya, semoga selalu menjadi inspirasi dan membawa aspirasi bagi masyarakat Surabaya & Jatim.
Dari: Eva Marlina, Surabaya eva@dwp.co.id
|
|
| SS Khalayak | 30 Juni 2008, 20:01:57
Cak KADAR: SS Hidupkan Lagi Arek Suroboyo suarasurabaya.net| Suara Surabaya (SS) diharapkan bisa menghidupkan kembali keguyuban-keguyuban yang berjiwa kampung. Sekarang ini, keguyuban itu mulai pudar. Solidaritas dan kepedulian berkurang. Masyarakat Surabaya cenderung individualistis. Itulah yang dikemukakan KADARUSLAN, Budayawan.
Menurut Cak KADAR-panggilan akrab KADARUSLAN, sebutan arek Suroboyo berasal dari kampung yang mulanya disebut sebagai arek kampung. Nama itu kemudian terkenal dan terangkat martabatnya karena terbukti berjasa di kancah nasional. Sehingga siapapun yang tinggal si Surabaya menyandang gelar arek Suroboyo.
Arek Suroboyo memiliki karakter solidaritas yang tinggi, guyub, demokratis, kerakyatan, dan anti feodalisme. Karena itu, Cak KADAR yang sudah 77 tahun menjadi arek Suroboyo menginginkan agar Suara Surabaya bisa mengembalikan semangat budaya arek Suroboyo.
Bagi Cak KADAR, selain memberikan informasi, SS juga berhasil menarik perhatian masyarakat di dalam menambah hal-hal yang baru. SS bisa memberikan suara terhadap berita-berita yang tidak diketahui umum. Karenanya, Cak KADAR menganggap SS mampu menghidupkan kembali karakter-karakter Surabaya yang kini mulai memudar. ‘Untuk itu, SS nggak tahu melalui forum bagaimana, prosedur bagaimana. Saya tahu orang Suara Surabaya kreatif menghidupkan kembali keguyuban-keguyuban yang berjiwa kampung,” ungkapnya saat ditemui suarasurabaya.net, Senin (02/06/2008).
Menurut Cak KADAR, ada pemahaman yang salah kaprah. Apapun yang bersifat negatif disebut kampungan. Memang, dulu arek kampung masih banyak yang kurang terdidik, sehingga dianggap rendah. Tapi, jaman sudah berubah, arek kampung pun ada yang jadi Presiden. “Sing korupsi milyar-milyaran, nggak ada sing arek kampung, kok gak di-lokno embongan? (yang korupsi milyar-milyaran, tidak ada yang arek kampung tapi kenapa tidak disebut anak kota?-red)” ujarnya.
Kesalahsebutan itulah yang juga diminta Cak KADAR untuk disinggung sedikit demi sediki, agar proporsional. Surabaya tidak bisa lepas dari kehidupan kampung. Karena itu, alih-alih digusur, harusnya kampung dijaga dan diperbaiki. Budaya kampung dihidupkan kembali sehingga bisa menjadi baik. Inilah yang diharapkan disuarakan melalui SS.
Termasuk juga logat-logat Surabaya juga perlu diangkat oleh SS. Karena tidak banyak yang tahu bahwa meski kasar, tapi bahasa Surabaya memiliki unggah-ungguh tergsntung kontekstual pemakaiannya. SS perlu berperan untuk melakukan koreksi terhadap kesalahan penggunaan bahasa Suroboyoan.
SS, kata Cak KADAR, merupakan satu diantara radio yang dinilainya cukup berhasil diminati masyarakat, khsususnya Surabaya. Bukan sekedar mengikuti pasar, tapi SS mampu membentuk pasar. Ia masih ingat SS adalah radio yang menyuarakan informasi tentang jalan. “SS yang jadi motor pertama, perkara lain mengikuti itu suatu dinamika,” kata Cak KADAR. Bahkan menurutnya, penggemar SS lebih besar dari yang lain. Cak KADAR mengamati, banyak radio yang selalu on di FM 100.
Tidak jarang, Cak KADAR didapuk menjadi narasumber. Banyak pertanyaan-pertanyaan dari pendengar yang membangkitkan kembali keinginannya untuk kembali melestarikan budaya Surabaya.Momen yang tak dilupakan ketika suatu hari ditelepon SS untuk wawancara pukul 2.30 dini hari. Cak KADAR merasa heran karena dihubungi sepagi itu. “eh, jam setengah telu iku opo ono sing ngrungokno? (jam setengah tiga itu apa ada yang mendengarkan,red)” tanyanya kala itu pada MUSTIKA, penyiar dini hari. “Oo, akeh (banyak,red), Cak KADAR,” jawab MUSTIKA.
Cak KADAR merasa kagum bercampur heran, itu berarti sepanjang 24 jam ada orang yang asyik mendengarkan SS. “Ya, syukur Alhamdulillah,” ucapnya. Dengan demikian, artinya SS punya banyak tenaga, sehingga makin banyak memberi kesejahteraan karyawannya. Sedikitnya sudah membantu pengurangan pengangguran.
“Saya percaya pengelola SS selain mengejar untuk mengimbangi kerja media sosial juga menjaga kelangsungannya. Jangan terlalu banyak memikirkan untungnya, sehingga berita-beritanya kurang,” tandasnya. Bapak 7 anak ini juga melihat iklan yang semakin banyak di SS. Sehingga frekuensi atau prosentase berita agak kurang. “Pada umumnya memang begitu usaha swasta. Tapi saya harapkan ada keseimbangan,” katanya.
Kakek 14 cucu yang masih aktif dalam kegiatan kebudayaan ini mengharapkan agar kualitas SS makin meningkat. Di samping memberikan informasi, mendidik, dan yang terpenting, lebih banyak bicara soal budaya Surabaya.
25 tahun ini, Cak KADAR memberikan ucapan khsususnya untuk SS. “Selamat kepada semua, tenaganya, karyawannya, sampai kepada pimpinannya. Semoga SS tetap bergema di udara dan menjadi kecintaan Surabaya. Selain tetap eksis, SS makin menggelora tidak pernah padam,” ucap Cak KADAR.(git/ipg)
Teks Foto:
- Cak KADAR
Foto: GITA suarasurabaya.net
kirim berita
| | SS Khalayak lain | 30 Juni 2008, 19:53:48 Awalnya Tidak Setuju Ada SS30 Juni 2008, 19:51:54 Bincang Otomotif Berawal dari Iklan30 Juni 2008, 19:50:37 JA’FAR TRIKUSWAHYONO 'Kecolongan', Dengar Duluan dari SS30 Juni 2008, 19:43:00 Tanya PMI ke SS30 Juni 2008, 17:30:42 TRI RISMA HARINI Yang Marjinal Bisa Bicara26 Juni 2008, 19:45:35 SS Ciptakan Two Way Communication25 Juni 2008, 19:30:31 AHMAD JABIR: Hubungan dengan SS Lahir Batin25 Juni 2008, 16:17:10 Lurahe SS: SS Jadi Obat Kekesalan25 Juni 2008, 12:17:29 BAMBANG SUGENG: Usul Putar Lagu Kelas Bawah22 Juni 2008, 18:38:05 Corporate Speaker PLN Jatim: Narasumbernya Jangan Itu-itu Saja |
|
|