Jumat, 29 Mei 2020
Kematian Singa KBS

TKP Rusak, Polisi: Ini yang Membuat Tanda Tanya. Ada Apa?

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan

Beberapa keterangan dari pihak KBS dan hasil temuan polisi saat melakukan olah TKP ulang pada kandang tempat matinya Singa Michael membuat polisi bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dibalik kematian singa ini?

AKBP Farman Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya pada wartawan, Sabtu (25/1/2014) mengatakan, keterangan dari dr Liang Kaspe selaku dokter hewan KBS saat ditanya polisi apakah sudah dilakukan pemeriksaan pada organ tubuh tubuh dan uji laboratorium?

Mereka menjawab sudah dilakukan pada tanggal 7 atau 8 Januari 2014. Namun keterangan berbeda didapatkan kepolisian dari Unair yang disampaikan oleh Direksi Unair bahwa histopatologis dilakukan pada tanggal 9 Januari, bukan tanggal 7 atau 8.

“Tanggal 8 Januari saya dan tim datangi kembali TKP untuk olah TKP ulang dan sudah ditanyakan apakah organ tubuh sudah dilakukan? Kata dr. Liang sudah dan tanggal 8 ditanya lagi apakah sudah dilakukan uji laboratori organ singa? jawabannya sudah tanggal 7 atau 8. Namun kemarin kita mendapat surat jawaban dari Unair disampaikan Direksi KBS bahwa histopatologis dilakukan tanggal 9 bukan tanggal 7 atau 8. Ini yang membuat tanda tanya ada apa?” kata dia.

AKBP Farman menjelaskan, saat mendatangi TKP pertama kali sesaat setelah kematian Singa Michael kondisi TKP sudah rusak. Alasannya kondisi singa sudah dalam kondisi diotopsi sehingga penyidik tidak mengetahui secara pasti posisi singa saat mati tergantung dengan posisi di kandang seperti apa.

“Singa sudah di dalam ruang otopsi, kandangnya kosong itu kondisi terakhir saat kita ke TKP. Di foto ini ada tangan karena saat itu singa sudah dicopot dari sling sehingga seolah-olah kita buat tangan ini menggantikan posisi leher singa. Ini juga ada foto kotoran yang keluar dari dubur singa. Ini beberapa fakta yang ditemukan seperti dalam kasus bunuh diri pada manusia,” ujar dia.

Kata Farman, pihaknya komitmen pada pendapat sejak awal jika penyidikan Polri tidak mungkin sempurna karena TKP sudah kondisi rusak. Kondisi ini disebabkan oleh siapa? Ini yang tidak tercantum dalam SOP di KBS. Sesuai dengan yang disampaikan oleh dr. Lian jika bisa dilakukan uji hisotoksin untuk mengetahui kandungan racun dalam tubuh singa, kata Farman, ternyata ini juag tidak dilakukan mengacu dari beberapa dugaan terkait adanya pembunuhan pada singa Michael.

“Dari hasil uji histopatologis kematian singa yang dilakukan jika ada pembendungan pembuluh darah pada leher singa. Kita masih tidak bisa menyimpulkan apakah ada dugaan pembunuhan karena kembali lagi saat itu kondisi TKP sudah rusak,” katanya. (dwi/edy)

Teks Foto:
– AKBP Farman Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya menunjukkan foto jeratan di leher singa Michael
Foto : Dwi suarasurabaya.net

NOW ON AIR SSFM 100

Widya Qhodarum M.S

Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Surabaya
Jumat, 29 Mei 2020
27o
Kurs