Selasa, 25 Juni 2024

Kemendag Dorong Optimalisasi Perjanjian Kerja Sama Perdagangan Indonesia dengan Australia

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Muhammad Lutfi Mendag RI mendampingi Jokowi Presiden RI bertemu Anthony Albanese PM Australia, Senin (6/6/2022), di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Foto: Kemendag

Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan RI menegaskan, pihaknya mendorong para pelaku usaha dan eksportir memanfaatkan implementasi Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia Australia atau Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).

“Kalau kemitraan itu dimanfaatkan dengan baik, saya optimistis IA-CEPA meningkatkan perdagangan kedua negara sekaligus mendongkrak ekspor produk Indonesia ke Australia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (7/6/2022).

Sampai Maret 2022, nilai total perdagangan Indonesia dan Australia mencapai 2,79 miliar Dollar AS. Jumlah itu turun 2,31 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara tahun 2021, perdagangan kedua negara tercatat 12,6 miliar Dollar AS, naik 76,84 persen dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 7,15 miliar Dollar AS.

Ekspor nonmigas utama Indonesia ke Australia di antaranya produk bagian elektronik, kayu tropis, pupuk, besi baja, serta emas.

Sedangkan impor Indonesia dari Australia di antaranya biji besi beserta konsentratnya, batu bara bitumen, gandum, meslin, biji besi, serta gula.

Sekadar informasi, implementasi IA-CEPA merupakan satu di antara isu yang diangkat pada pertemuan bilateral antara Joko Widodo Presiden RI dengan Anthony Albanese Perdana Menteri Australia, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (6/6/2022).

Lebih lanjut, Mendag RI kembali menegaskan pernyataan Jokowi Presiden supaya pemanfaatan IA-CEPA dioptimalisasi.

Sehingga, perluasan akses pasar, peningkatan standardisasi dan ekosistem sektorsektor industri unggul, serta peningkatan keterampilan dan pelatihan untuk sektor strategis bisa terlaksana dengan baik.

Pada pertemuan tersebut, lanjut Lutfi, Presiden Indonesia berharap Australia memberikan perhatian khusus dalam pembukaan akses untuk produk-produk unggulan dan bernilai tambah, seperti otomotif.

Sebelumnya, Jokowi sudah melepas ekspor pertama kendaraan buatan Indonesia ke Australia pada Februari 2022.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu yakin capaian itu meningkatkan kepercayaan negara lain terhadap kualitas produk Indonesia, dan membuka akses buat produk-produk Indonesia lainnya.(rid/ipg)

Berita Terkait

Kurs
Exit mobile version