Selasa, 23 April 2024

PPKM Dicabut, PD Pasar Surya Klaim Aktivitas Perdagangan di Pasar Tradisional Meningkat

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Salah satu penjual bawang merah yang ada di pasar tradisional Pabean Surabaya, Senin (26/9/2022). Foto: Dokumen suarasurabaya.net

Aktivitas perdagangan di pasar tradisional Kota Surabaya, Jawa Timur diklaim meningkat. Peningkatan ini salah satunya disebabkan usai dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat.

Agus Priyo Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Surya (PD Pasar Surya) Kota Surabaya mengatakan, pencabutan PPKM berdampak pada meningkatnya aktivitas perdagangan di pasar tradisional yang dikelola PD Pasar Surya.

“Dengan dicabutnya PPKM, pendapatan pedagang meningkat. Saat (perayaan) Tahun Baru misalnya, setelah dua tahun dilarang dan kemarin boleh, jadi pasar pendapatannya ikut meningkat luar biasa,” kata Agus Priyo, Senin (9/1/2023) mengutip laman surabaya.go.id.

Seperti di antaranya aktivitas perdagangan ikan di Pasar Pabean Surabaya. Ia menyebutkan bahkan saat Tahun Baru, pembeli di Pasar Pabean meningkat sampai 100 persen.

“Untuk pasar-pasar yang lain juga kami pantau aktivitasnya mulai banyak meningkat, kan kemarin sempat dibatasi (PPKM),” ujar dia.

Agus Priyo menyatakan bahwa pencabutan PPKM ini berdampak signifikan terhadap meningkatnya jumlah pengunjung atau calon pembeli di pasar tradisional. Secara makro, peningkatan aktivitas pengunjung di pasar yang berada di bawah pengelolaan PD Pasar Surya dapat mencapai sekitar 25-35 persen.

“Tapi kalau (peningkatan) per pasar, khususnya seperti Pasar Pabean ini bisa sampai 100 persen peningkatannya. Karena PPKM dicabut, orang boleh mengadakan syukuran tahun baru. Jadi cukup menjadi trigger bagi pedagang kami,” paparnya.

Bahkan, untuk mendongkrak iklim perdagangan di pasar tradisional, Agus Priyo mengaku jika PD Pasar Surya telah menjalin MoU atau kerja sama dengan sejumlah bank. Kerja sama ini berkaitan dengan penyediaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para pedagang. Sebab, dua tahun situasi pandemi Covid-19, membuat cash flow pedagang banyak yang turun atau terganggu.

“Sehingga kami menggandeng beberapa bank untuk MoU menyediakan KUR kepada para pedagang. Alhamdulillah, cukup membantu mereka dengan KUR ini, cash flow cukup terjaga, sehingga (pedagang) bisa kulakan lagi, barang dagangan terisi,” tuturnya.(dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Motor Tabrak Pikap di Jalur Mobil Suramadu

Mobil Tertimpa Pohon di Darmo Harapan

Pagi-Pagi Terjebak Macet di Simpang PBI

Kurs
Exit mobile version