SS TODAY

Seminggu Dibuka, Posko Peduli Lombok di Balaikota Kumpulkan Rp617 Juta

Laporan Zumrotul Abidin | Senin, 06 Agustus 2018 | 12:40 WIB
Posko peduli korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang didirikan Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas, Senin (6/8/2018). Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Linmas, membuka posko peduli korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk memfasilitasi masyarakat yang akan menyalurkan bantuan kepada para korban. Posko tersebut didirikan sejak seminggu yang lalu, tepatnya pada Selasa, (31/7/2018) berlokasi di halaman Balai Kota Surabaya.

Eddy Christijanto Kepala BPB dan Linmas Kota Surabaya mengatakan, pembukaan posko tersebut merupakan instruksi langsung dari Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya yang prihatin atas musibah yang menimpa saudara-saudara yang ada di Lombok NTB.

Sejak didirikan sampai sekarang, sudah terkumpul sekitar Rp617 juta (bantuan). Rinciannya, bantuan dari sekolah ada sekitar Rp407 juta, yang dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan masyarakat sekitar Rp211 juta.

"Bantuan tersebut fokus penyalurannya akan dibagi menjadi dua. Bantuan yang berasal dari sekolah SD-SMP di Surabaya, akan fokus disumbangkan untuk perbaikan bangunan atau gedung rusak. Sementara itu, bantuan yang berasal dari OPD dan masyarakat, akan disalurkan untuk keperluan korban yang ada di sana," kata Eddy saat meninjau langsung posko penyaluran bantuan korban gempa di halaman Balai Kota, Senin (6/8/2018).

Posko peduli Lombok ini awalnya akan dibukan 10 hari sejak gempa yang pada 29 Juli lalu. Karena ada Gempa lagi, maka posko ini diperpanjang.

Dengan dibukanya posko penyaluran bantuan ini, ia berpesan kepada seluruh masyarakat Surabaya yang ingin mendonasikan bantuan bisa datang langsung ke halaman Balai Kota Surabaya.

Ia berharap kepada seluruh warga Surabaya untuk peduli membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah bencana di Lombok NTB.

"Bantuan bisa dalam bentuk wujud apapun, tidak harus uang. Kami siap untuk menerima dan siap untuk menyalurkan ke Lombok," katanya.

Terkait rencana pengiriman bantuan personil ke NTB, pihaknya masih melakukan komunikasi dengan BPBD Provinsi NTB. Saat ini, kata dia, masih dilakukan koordinasi kebutuhan bantuan seperti apa yang mendesak di NTB.

"Jadi mereka minta tenaga medis dan juga obat-obatan yang diperlukan. Segera kita laporkan kepada Wali Kota Surabaya, untuk proses pengiriman bantuan termasuk personil ke NTB," ujarnya. (bid/tin/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



LAINNYA