SS TODAY

JK: Jangan Rusak Ringan Dibilang Berat, Berdosa Itu

Laporan Agung Hari Baskoro | Selasa, 21 Agustus 2018 | 15:27 WIB
Jusuf Kalla Wakil Presiden meninjau tenda pengungsi korban gempa Lombok di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat, Selasa (21/8/18). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Jusuf Kalla Wakil Presiden meminta masyarakat Lombok untuk jujur mengenai kondisi rumahnya dan mandiri dalam membangun kembali rumah tersebut. Sementara JK menambahkan, uang untuk perbaikan akan diberi oleh pemerintah.

JK mengatakan, rekonstruksi rumah masyarakat tersebut akan mendapat pendampingan dari Pemerintah melalui staf Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang memberitahukan cara membangun rumah tahan gempa.

Pemerintah memberikan bantuan untuk rekonstruksi rumah masyarakat Lombok pascagempa, berdasarkan tiga kategori kerusakan: rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.

Keluarga dengan rumah rusak berat akan mendapat bantuan sebesar Rp50 juta, rumah rusak sedang memperoleh Rp25 juta dan rusak ringan sebanyak Rp10 juta. Identifikasi kerusakan tersebut akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah NTB di bawah koordinasi Muhammad Zainul Majdi Gubernur NTB.

"Nanti Pak Gubernur akan atur. Jangan nanti rumah rusak ringan langsung dirobohkan, mubazir namanya, agama melarang itu, nanti Tuan Guru jelaskan. Jangan rusak ringan dibilang berat, berdosa itu," kata Jusuf Kalla.

"Mulai hari ini, kita tidak bicara lagi bagaimana tinggal di tenda-tenda. Sekarang saatnya kerja untuk rumahnya masing-masing, tidak ada kontraktor. Pokoknya masing-masing kerja. Nasib di tangan masing-masing, jangan pasrahkan nasib ke Menteri PUPR, kemajuan masing-masing, rumah masing-masing, (tapi) uang dari Pemerintah, ya," kata Wapres kepada pengungsi di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (21/8/2018). (ant/bas/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA