SS TODAY

Sabtu Dini Hari, TNI Siap Berangkatkan C-130 Hercules ke Donggala

Laporan Agung Hari Baskoro | Jumat, 28 September 2018 | 22:32 WIB
Ilustrasi, C-130 Hercules TNI AU membawa bahan bantuan untuk korban gempa bumi. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Marsekal TNI Hadi Tjahjanto Panglima TNI menyatakan akan segera memberangkatkan berbagai perangkat dan personel yang dimiliki untuk operasi kemanusiaan tanggap bencana mengatasi gempa Bumi dan tsunami di Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018).

Pesawat transport berat C-130 Hercules TNI AU dari Skuadron Udara 31 TNI AU dan Skuadron Udara 32 TNI AU sedang disiapkan di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Antara melansir, mereka akan diterbangkan menuju lokasi yang tertimpa musibah pada Sabtu (29/9/2018) dini hari.

"Barusan sekali Pak Presiden Jokowi memerintahkan saya untuk memberangkatkan batalion kesehatan Marinir dan zeni Kostrad serta kapal rumah sakit lapangan ke Donggala," kata Marsekal TNI Hadi di Jakarta seperti dilansir Antara, Jumat (28/9/2018) malam.

Unsur TNI yang diberangkatkan adalah personel batalion zeni tempur Kostrad, KRI dr Soeharso-990, dan batalion kesehatan Korps Marinir TNI AL.

"Untuk alat-alat berat, sedang disiapkan dan segera diberangkatkan. Yang penting personelnya dulu dan terkait kesehatan. Ada dukungan pokok dulu, di antaranya rumah sakit lapangan," katanya.

Sebagai gambaran, KRI dr Soeharso-990 mampu melaksanakan berbagai jenis operasi dan membawa berbagai peralatan kesehatan, kecuali MRI.

Ia juga menyertakan notice to airmen dari Perusahaan Umum LPPNI Wilayah Makassar yang menyatakan Bandara Palu ditutup untuk semua aktivitas penerbangan pada pukul 19.20 WITA pada Jumat (28/9/2018).

Perlu diketahui, telah terjadi gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Gempa pertama terjadi pada Jumat (28/9/2018) pukul 14.00 WIB. Gempa yang semula bermagnitudo 5,9 pada Skala Richter (SR) menjadi M 6 SR dengan pusat gempa dua KM arah Utara Kota Donggala pada kedalaman 10 KM. Sumber gempa berasal dari sesar Palu Koro.

Kemudian terjadi gempa-gempa susulan. Pada pukul 17.02 WIB terjadi gempa susulan dengan magnitudo terkuat 7,4 Skala Richter.

Sejumlah rumah roboh dan rusak akibat gempa. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah. Berdasarkan data terakhir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala, sementara dilaporkan satu orang meninggal dunia dan 10 orang lainnya terluka.

Hingga Jumat (28/9/2018) pukul 21.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 31 kali gempa susulan di Donggala, Sulawesi Tengah. Tercatat, magnitudo terbesar 6,3 SR dan terkecil 2,9 SR. (ant/bas/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA