SS TODAY

BNPB: Ketinggian Gelombang Tsunami di Pantai Palu Ada yang Mencapai Enam Meter

Laporan Farid Kusuma | Sabtu, 29 September 2018 | 16:55 WIB
Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Gempa Bumi berkekuatan 7,4 skala richter yang mengguncang Kota Palu, Kabupaten Donggala dan sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018), menyebabkan gelombang air laut (tsunami) sampai ke daratan.

Akibatnya, ribuan bangunan rusak parah, dan masyarakat yang kebetulan berada di situ mengalami luka-luka, bahkan meninggal dunia.

Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, berdasarkan laporan seorang saksi yang selamat, gelombang air tsunami di daerah Palu setinggi enam meter.

Saksi selamat itu, menurut Sutopo, menyelamatkan diri dengan cara naik ke atas pohon yang tingginya kurang lebih enam meter.

Padahal, menurut keterangan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), ketinggian gelombang air di Pantai Palu cuma sekitar 1,5 meter.

"Kami mendapat laporan gelombang tsunami di Palu ada yang setinggi enam meter. Kami tadi sempat kontak dengan warga masyarakat yang selamat dari gelombang tsunami dengan cara memanjat pohon setinggi sekitar enam meter," ujarnya di Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (29/9/2018).

Merespon laporan itu, BNPB akan berkoordinasi dengan para ahli tsunami, dari ITB, BPPT, LIPI dan instansi terkait lainnya, untuk melakukan penelitian di lokasi bencana.

Berdasarkan data sementara yang diterima BNPB, sampai pukul 13.00 WIB, ada 384 orang korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Kota Palu.

Dari total 384 orang yang meninggal, baru sekitar 56 jenazah yang sudah bisa teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.

Kemudian, ada 540 orang yang mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit akibat mengalami luka berat, dan 29 orang dilaporkan hilang.

Jumlah korban itu cuma di Kota Palu. Untuk di Kabupaten Donggala, BNPB belum mendapat data karena belum ada komunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Donggala.

Kepala Humas BNPB menegaskan, data kerusakan dan korban akibat bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah kemungkinan masih akan bertambah.

Karena, proses evakuasi masih berlangsung, dan belum semua daerah bencana terjangkau oleh tim SAR gabungan.(rid/ang/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



LAINNYA