SS TODAY

Banyak Penjarahan, Bantuan Masih Diprioritaskan Daerah Parah Terdampak Bencana

Laporan Dwi Yuli Handayani | Minggu, 30 September 2018 | 10:57 WIB
Warga mengambil BBM di salah satu SPBU di Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Warga terpaksa mengambil BBM dari SPBU karena sangat dibutuhkan untuk mobilisasi. Selain BBM, mereka juga membutuhkan makanan dan air bersih. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Berbagai jenis bantuan terus dikerahkan untuk korban bencana gempa di Palu-Donggala yang terjadi Jumat (28/9/2018) lalu. Hingga saat ini, Minggu (30/9/2018) kondisi listrik masih padam dan jaringan telekomunikasi masih terbatas.

Fadli, salah seorang yang kebetulan sedang melakukan perjalanan dinas di Palu melaporkan keadaan terkini di Palu. Saat dihubungi Radio Suara Surabaya, Fadli berada di Jalan Wolter Monginsidi, Lolu Selatan, Palu Timur, tepatnya di depan Mal Ramayana yang roboh.

Kondisi hari ini di Bandara Palu, Fadli menjelaskan terdapat 3 pesawat hercules yang bisa menampung hingga 200 penumpang. Pesawat ini untuk saat ini hanya diutamakan untuk proses evakuasi perempuan, anak-anak dan orang-orang sakit.

"Saya sudah rencana ingin kembali ke Makassar dengan menumpang hercules, dan datang ke bandara sejak pukul 4 pagi tapi tidak diperbolehkan karena saat ini laki-laki belum diprioritaskan," jelasnya.

Pesawat hercules ini terbang untuk menuju ke Makassar, Manado, dan Jakarta.

Sementara itu, pesawat jenis ATR yang merupakan pesawat penumpang regional jarak pendek bermesin twin-turboprop dengan kapasitas hingga 78 penumpang yang beroperasi adalah milik Wings Air dengan rute menuju ke Makassar, Tolitoli, dan Buol.

Sementara ini SPBU masih banyak yang tutup, begitu juga mini market.

"Bahkan ada penjarahan. Di SPBU yang buka petugasnya sedikit, sehingga warga banyak yang mengambil BBM sendiri," ungkapnya.

Tidak hanya warga di bibir pantai saja, kata Fadi ibanyak juga yang ditemukan di dalam mal dan hotel, serta banyak yang belum terevakuasi. Sementara bantuan yang datang saat ini diprioritaskan untuh daerah terparah terkena dampak bencana. (nin/rst)
Editor: Restu Indah



LAINNYA