SS TODAY

Suasana Mencekam Donggala dan Palu di Malam Hari

Laporan Denza Perdana | Selasa, 02 Oktober 2018 | 07:08 WIB
Suasana mencekam saat Tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jatim tiba di Kota Palu, Selasa (2/10/2018) dini hari sekitar pukul 00.50 WIT, atau sekitar pukul 23.50 WIB. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jatim tiba di Kota Palu, Selasa (2/10/2018) dini hari sekitar pukul 00.50 WIT, atau sekitar pukul 23.50 WIB.

Perjalanan darat dengan empat mobil dari Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, ke Kota Palu, agak tersendat di daerah Pasang Kayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Tim Asesmen MDMC yang berkoordinasi dengan Pos Koordinasi di Pasang Kayu cukup lama menimbang keputusan. Akan melanjutkan perjalanan atau harus bermalam di daerah Pasang Kayu.

Pihak kepolisian hanya membuka layanan pengawalan bagi mobil logistik maupun relawan pembawa logistik sampai batas jam tertentu yang sudah terlewati.

Sementara, kabar tentang penyetopan dan penjarahan oleh warga korban gempa masih santer di grup-grup relawan.

Tim akhirnya memutuskan jalan terus, melanjutkan perjalanan ke Palu tanpa pengawalan karena tugas asesemen yang harus segera mereka lakukan.

Sampai di Donggala, Sulawesi Tengah, tim menyaksikan sisa-sisa gempa berkekuatan 7,4 Skala Richter, yang terjadi Jumat (28/9/2018) lalu, hanya dengan penerangan lampu mobil.

Listrik di kabupaten ini masih terputus. Rumah warga hancur. Warga berkumpul membuat kelompok-kelompok kecil di pinggir jalan. Sebagian dari mereka meminta sumbangan.

Mereka memang tampak membutuhkan bantuan, berdasarkan informasi yang didapat suarasurabaya.net, bantuan yang masuk ke Donggala dan Palu sampai saat ini masih sangat terbatas.

Jalanan di Donggala rusak parah. Karena itu, warga setempat mengarahkan semua kendaraan agar melewati bibir pantai supaya tidak terjebak jalan rusak.

Suasana mencekam juga terasa di Kota Palu. Masih ada kekhawatiran warga menyetop kendaraan dan menjarah sejumlah logistik dan peralatan medis yang dibawa tim.

Syukurlah, hal itu tidak terjadi. Tim tiba dengan selamat di Universitas Muhammadiyah Palu dan bermalam di lokasi ini.

Sejumlah warga korban bencana di Kota Palu sudah beberapa hari sejak terjadinya gempa dan tsunami bermalam di sini.

Rencananya, pagi ini Tim Asesmen MDMC Jatim akan mengunjungi lokasi terdampak gempa untuk menentukan langkah penanganan pascabencana.(den/tin)


LAINNYA