SS TODAY

Atasi Logistik, Korban Bencana Sulteng Perlu Pinjaman Kendaraan

Laporan Denza Perdana | Rabu, 03 Oktober 2018 | 22:47 WIB
Jokowi Presiden saat menemui korban gempa dan tsunami Palu di tenda pengungsian. Foto: Setpres
suarasurabaya.net - Posko Induk Penanganan Korban Bencana Sulawesi Tengah di Markas Korem 132/Tadulako terkendala kendaraan untuk distribusi bantuan logistik ke lokasi pengungsian di Palu, Sigi, dan Donggala.

Data Posko Induk, setidaknya sudah ada 138 lokasi pengungsian yang tersebar di berbagai wilayah di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala dengan jumlah pengungsi sebanyak 70.821 orang.

Kolonel Infantri Muhammad Thohir Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) Korem 132/Tadulako, Sulawesi Tengah mengakui, belum semua bantuan logistik terdistribusi ke lokasi pengungsian.

"138 titik belum bisa kami berikan semua, ada beberapa daerah yang masih belum bisa kami tempuh melalui jalur darat," katanya dalam konferensi pers di Mako Korem 132/Tadulako, Rabu (3/10/2018).

Thohir mengatakan, sebagian besar lokasi pengungsian yang belum terdistribusi logistik itu berada di Kabupaten Sigi. Salah satu faktor penghambat distribusi logistik ini adalah kendaraan.

Kendaraan yang dimiliki TNI dan Polri tidak mampu untuk menjangkau semua lokasi pengungsian yang ada di tiga kabupaten tersebut.

"Dalam banyak kesempatan, kami meminta masyarakat yang memiliki kendaraan agar berkenan kami pinjam. Karena tidak akan maksimal kalau hanya mengandalkan kendaraan yang kami miliki saat ini," ujarnya.

Pengiriman bantuan logistik, kata Thohir, belum bisa menyelesaikan keseluruhan masalah masyarakat. Karena itu pendistribusiannya lebih kepada pertolongan pertama.

"Tujuan utamanya bukan bagaimana mendistribusikan Logisitik, tapi untuk kondisi perekonomian masyarakat. Karenanya kamu berupaya menciptakan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat," ujarnya.

Pada hari H plus lima bencana Rabu ini, sudah banyak warung yang mulai buka meski mal belum buka. BBM juga sudah tersedia di sejumlah SPBU di Kota Palu. Juga beroperasinya sejumlah ATM bank nasional.

Dia berharap, masyarakat ini bisa kembali melaksanakan kegiatan perekonomian. "Harapan kami, masyarakat yang masih memiliki uang agar melakukan aktivitas jual beli, dan lainnya," ujarnya.(den/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



LAINNYA