SS TODAY

Wiranto: Kapal Tanker Sudah Masuk ke Donggala untuk Menyuplai Depo Pertamina

Laporan Denza Perdana | Kamis, 04 Oktober 2018 | 14:25 WIB
Wiranto Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM saat tiba di Palu. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Palu masih mendesak. Meski sudah ada beberapa SPBU yang sudah bisa melayani masyarakat, ketersediaan bahan bakar minyak ini masih belum mencukupi. Apalagi bila Depo Pertamina di daerah terdampak belum bisa menyuplai tambahan BBM, bisa jadi Palu kembali mati setelah hidup lagi.

Wiranto Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan HAM mengatakan, dia mengakui ketersediaan BBM yang terbatas ini menghambat penanganan pascabencana di Palu, Sigi, maupun Donggala. Contohnya, alat berat yang dikerahkan untuk evakuasi korban tidak bisa berjalan bila tidak ada pasokan BBM.

Menteri yang juga ditunjuk sebagai Koordinator Penanganan Bencana di Sulawesi Tengah ini menegaskan, kapal tanker sudah bisa bersandar di Dermaga Baru Jeti yang dibangun di Pelabuhan Donggala. Tanker itu sudah mulai memompa bahan minyak ke Depo Pertamina untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar di Palu dan sekitarnya.

"Dermaganya, kan, rusak kena tsunami. Saya perintahkan dermaga baru jeti, sementara supaya kapal tangker bisa mompa ke Depo Pertamina di Donggala, sehingga pasokan bahan bakar tidak habis. Karena kalau tidak ada penambahan baru, depo itu bisa habis, kalau habis nanti gelap lagi bagaimana?" ujarnya.

BBM dari Depo Pertamina Donggala ini nantinya bisa disalurkan ke Palu dan sekitarnya melalui jalur darat. Wiranto menegaskan, jalur dari Donggala ke Palu sudah tembus.

"Sudah tembus sekarang. Lalu ada armada tangki di sana, ada sembilan, kemarin. Bisa empat kali rit, bolak balik bawa bahan bakar Donggala-Palu. Makanya, kalau SPBU sudah buka, bahan bakar akan lancar," katanya.

Sampai saat ini, kata Wiranto, ada 10 SPBU dari 17 SPBU di Kota Palu yang beroperasi secara manual. Hari ini, dia meminta pemilik SPBU di Kota Palu supaya dikumpulkan agar bisa membuka SPBU itu.

"Saya bilang, 17 SPBU ini harus dibuka. Ada alasan operator kurang karena mereka pada lari. Pakai polisi dan TNI untuk melayani masyarakat di SPBU. Kami akan datangkan 100 operator bahan bakar dari daerah lain. Mereka hari ini sudah datang untuk mengganikan operator itu," ujarnya.(den/dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA