SS TODAY

Ribuan Jenasah Korban Gempa dan Tsunami Palu Sudah Dimakamkan

Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 04 Oktober 2018 | 17:33 WIB
Sutopo Purwo Nugroho (tengah) Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (4/10/2018). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan bahwa 1.407 jenazah korban gempa dan tsunami di Palu telah dimakamkan. Ribuan jenasah itu sebagian besar dimakamkan secara massal.

"Yang dimakamkan data yang kemarin kita sampaikan 1.407 jenazah sudah dimakamkan semuanya. Sebagian besar dimakamkan secara massal di TPU Paboya," ujar Sutopo di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Kamis (4/10/2018).

Menurut dia, 1.407 jenazah yang dimakamkan itu berasal dari kota Palu, Kabupaten Donggala, Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong.

Sementara untuk korban meninggal dunia sampai dengan pukul 13.00 WIB, kata Sutopo, berjumlah 1.424.

"Sampai siang ini tercatat korban meninggal dunia 1.424 orang dimana perinciannya, di Donggala sebesar 144 orang, di kota Palu 1.203 orang, di Sigi 64 orang, Parigi Moutong 12 orang, dan di Pasangkayu di wilayah luar Sulawesi tengah, yaitu di Sulawesi Barat, satu orang," jelasnya.

Sedangkan untuk yang luka berat, kata dia, ada 2.549 orang yang dirawat di rumah sakit. Sebagian juga dirawat di luar wilayah Palu seperti di kota Makasar. Kemudian ada beberapa di luar wilayah dari kota Palu. Penanganan di Palu pendirian rumah sakit lapangan ditingkatkan. Demikian juga bantuan tenaga medis dan obat-obatan.

Untuk korban hilang terdata 113 orang dan di Pontoloan Induk 29 orang.

Kemudian untuk pengungsi, tercatat 70.821 jiwa yang tersebar di 141 titik.

"Kemudian rumah rusak 66.238, yaitu 65.733 unit di Sulawesi Tengah dan 505 unit di Sulawesi Barat," tegasnya.

Sutopo menjelaskan, pendataan masih terus dilakukan baik dengan analisis satelit resolusi tinggi maupun dengan menggunakan survei lapangan.

Data ini juga masih terus bergerak, artinya dinamis sesuai dengan hasil yang diperoleh oleh petugas yang jumlahnya sudah lebih dari 67.000 personil yang dikerahkan untuk menangani tanggap darurat di bencana Sulawesi Tengah ini.(faz/tin/rst)
Editor: Restu Indah



LAINNYA