SS TODAY

Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu Berangsur Normal

Laporan Denza Perdana | Senin, 08 Oktober 2018 | 13:36 WIB
Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Kota Palu Sulawesi Tengah berangsur-angsur pulih meski masih ada beberapa fasilitas bandara yang rusak. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Kota Palu Sulawesi Tengah berangsur-angsur pulih meski masih ada beberapa fasilitas bandara yang rusak. Sejumlah penerbangan komersial, baik dengan pesawat ATR maupun boeing 737 sudah beroperasi.

Andi Indargunawan Koordinator Pelayanan Jasa Kebandarudaraan Bandar Udara Mutiara Sis Al-Jufri Kota Palu mengatakan, sekarang sudah ada 6 penerbangan ATR dan 9 penerbangan Boeing 737 dalam sehari.

Rute yang dilayani sudah normal: Penerbangan langsung dari Palu ke Makassar, Balikpapan dan Jakarta.

Sedangkan untuk penerbangan ke Ujungpandang dan Surabaya harus transit di Makassar atau Balikpapan.

Sebelumnya, sejak tanggal 29 September bandara ini lebih banyak melayani evakuasi korban dan hanya satu penerbangan reguler dengan pesawat ATR.

Otoritas Bandara menargetkan mereka sudah bisa bisa beroperasi secara normal pada 11 Oktober mendatang seiring dengan perbaikan-perbaikan fasilitas bandara yang dilakukan.

Indargunawan mengatakan, sampai sekarang, fasilitas di Bandar Udara Palu belum memungkinkan untuk membuka layanan penerbangan normal.

Dua runaway di Bandara, baik runaway 15 dan runaway 33 mengalami kerusakan akibat gempa. Ini mengakibatkan kapasitas penumpang harus disesuaikan.

Sebab, kalau dalam kondisi normal runaway yang ada sepanjang 2510 meter, kini yang bisa beroperasi hanya 2.000 meter saja. Otoritas bandara sore ini berupaya menambal runaway 15 yang retak.

"Nanti sore kami akan melakukan pengecoran runaway 15. Kalau ini sudah selesai runaway menjadi 2.200 meter. Kami sedang upayakan," ujarnya kepada suarasurabaya.net, Senin (8/10/2018).

Sedangkan untuk runaway 33 yang mengalami kerusakan lebih parah, menurut Indargunawan perbaikannya masih membutuhkan waktu. Pihak bandara sudah merencanakan.

Sementara itu, di bandara ini juga tersedia layanan penerbangan dengan pesawat Hercules milik TNI. Penerbangan ini melayani rute Palu ke Makassar, Palu ke Balikpapan, dan Palu ke Jakarta.

Gerbang keberangkatan pesawat Hercules dibedakan dengan gerbang keberangkatan pesawat komersial untuk menghindari penumpukan calon penumpang.

Sudah banyak masyarakat yang mengantre untuk naik pesawat hercules. Mereka dibagi menjadi kelompok-kelompok sesuai tujuan kedatangan masing-masing tanpa harus mendaftar.

Petugas akan mengatur barisan antrean begitu pesawat hendak berangkat. Menurut salah satu petugas TNI yang berjaga di lokasi, antrean warga sudah tidak sebanyak hari-hari awal terjadinya bencana dan relatif lebih kondusif.(den/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



LAINNYA