SS TODAY

Lanud Iswahjudi Dilibatkan Amankan Pertemuan IMF-Bank Dunia

Laporan Iping Supingah | Sabtu, 06 Oktober 2018 | 08:24 WIB
Ilustrasi. Personel TNI AU melakukan perawatan pesawat tempur T-50 Golden Eagle Skuadron 15 TNI-AU. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Marsekal Pertama TNI Samsul Rizal Komandan Lanud Iswahjudi menyatakan jajarannya turut dilibatkan dalam pengamanan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) 2018 di Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali pada tanggal 7-14 Oktober 2018.

"Iswahjudi juga dilibatkan untuk kesiapan pengamanan wilayah udara dalam rangka agenda internasional tersebut. Yakni dengan menyiagakan pesawat tempur F-16 dan T-50 Golden Eagle," ujar Marsekal Pertama TNI Samsul Rizal, seperti dilansir Antara.

Menurut dia, selama periode kegiatan tersebut berlangsung, jajarannya akan siap "all out" dengan melakukan pengamanan patroli udara.

"Nanti masing-masing pesawat dua "flight", baik dari F-16 dan T-50. Tentu juga didukung oleh pesawat temur yang lain, seperti Sukhoi," katanya.

Rizal menegaskan, pengamanan ajang Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) 2018 merupakan hal yang penting dan menjadi fokus dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

"Ini kegiatan internasional yang penting. Apalagi banyak tamu negara dari berbagai negara yang hadir. Jadi sudah menjadi tanggung jawab Indonesia sebagai tuan rumah untuk memberikan jaminan keamanan," katanya.

Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) 2018 yang digelar di Nusa Dua, Badung, Bali pada 7-14 Oktober.

Dalam kegiatan tersebut akan ada sekitar 378 tamu VIP dan VVIP dari 189 negara. Tamu peserta yang hadir sebagian besar adalah pejabat dan kepala negara, menteri di bidang ekonomi dan gubernur bank sentral serta para pengusaha, investor dan pimpinan dari lembaga terkait yang menjadi pemangku kepentingan ekonomi di banyak negara.

Adapun pertemuan tersebut membahas isu ekonomi penting. Di antaranya, penguatan "International Monetary System" (IMS), ekonomi digital, pembiayaan pembangunan infrastruktur negara berkembang, penguatan aspek ekonomi dan keuangan syariah dan isu-isu terkait sektor fiskal, seperti urbanisasi, human capital, manajemen risiko bencana, perubahan iklim dan pembiayaan infrastruktur.(ant/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA