SS TODAY

Afrika Tertarik Pesawat Buatan Indonesia

Laporan Restu Indah | Rabu, 10 Oktober 2018 | 16:39 WIB
Pesawat N219. Foto: indonesian-aerospace.com
suarasurabaya.net - Sejumlah negara Afrika; Madagaskar, Kongo, dan Sudan tertarik dengan dua jenis pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia (PT DI): N 235 dan N 219 yang dipamerkan di Paviliun Indonesia di Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018).

"Sudah ada Madagascar, Kongo dan Sudan yang menyatakan tertarik dan dalam tahap penjajakan," kata Elfien Goentoro Direktur Utama PT DI di Paviliun Indonesia pada Rabu (10/10/2018).

Keikutsertaan PT DI di pameran Paviliun Indonesia, Elfien menambahkan, memang bukan bertujuan untuk menjual produk namun lebih menunjukkan karya bangsa kepada para delegasi IMF-WB dari seluruh dunia.

Elfian menyebutkan negara-negara Afrika termasuk pangsa pasar yang ditarget untuk pesawat jenis N 235 dan N 219 karena kedua pesawat tersebut cocok untuk kondisi geografis mereka.

"Kalau Eropa baru ada Norwegia yang nanya-nanya karena mungkin dua pesawat jenis ini kan khusus untuk daerah yang memerlukan short take off dan landing sehingga mudah dioperasikan di daerah terpencil," katanya.

Saat ini, dilansir Antara, PT Di mampu memproduksi rata-rata sepuluh pesawat dalam satu tahun.

Tahun depan, empat pesawat sudah dipesan oleh Senegal, Nepal, dan Thailand dengan rincian Senegal memesan pesawat N 235 seharga 25 juta dolar AS, Nepal memesan pesawat N 235 dengan konfigurasi pesawat maritim patrol seharga 30 juta dolar AS sedangkan Thailand memesan dua pesawat N 212 i seharga sekitar 13 juta dolar AS.

"Kenapa maritim patrol lebih mahal karena pesawat memerlukan kelengkapan seperti komputer, radar dan lain-lain, sedangkan kalau pesawat transportasi biasa kan cuma butuh kursi," katanya.

Sampai saat ini PT DI mampu memproduksi 431 pesawat, 48 di antaranya sudah diekspor ke Korea, Malaysia, Thailand, Turki, Brunei Darusalam, Filipina, Vietnam, dan lain-lain.

"Memang kita pasarnya cocok untuk negara-negara Afrika, Asia, dan Amerika Latin karena sesuai untuk medannya," pungkasnya. (ant/nin/dwi)


LAINNYA