SS TODAY

IMF Ingatkan Risiko Peningkatan Utang Bagi Stabilitas Ekonomi

Laporan Agustina Suminar | Jumat, 12 Oktober 2018 | 20:22 WIB
Joko Widodo Presiden (kedua kanan), Christine Lagarde Direktur Pelaksana IMF (ketiga kanan), dan Jim Yong Kim Presiden Grup Bank Dunia (kanan) berjalan menuju lokasi Rapat Pleno Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Christine Lagarde Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan peningkatan kerentanan terhadap utang global menjadi salah satu tantangan bagi perekonomian dunia saat ini.

Lagarde dalam Rapat Pleno Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018), mengungkapkan utang publik dan swasta telah menyentuh 182 triliun dolar AS atau 224 persen dari Produk Domestik Bruto global, atau sekitar 60 persen lebih tinggi dibandingkan posisi di 2007.

"Saat kondisi keuangan mengetat, arah angin dapat berubah, terutama bagi negara-negara berkembang. Ini menyebabkan aliran modal keluar. Hal ini dapat dengan mudah bergerak cepat dan merembes ke negara-negara lain, dengan dampak yang nyata terhadap masyarakat," ungkapnya dilansir Antara.

Tantangan kerentanan utang ini juga berkaitan dengan ketidakseimbangan global yang terjadi antara negara-negara yang terbebani defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) dan negara yang mencatat surplus.

Lagarde memandang untuk melindungi stabilitas perekonomian global, negara-negara dengan defisit dan surplus yang berlebihan perlu saling kooperatif.

Selain itu, lanjut Lagarde, untuk mencegah risiko nyata dari kerentanan utang dan ketidakseimbangan global, maka kebijakan dalam negeri negara-negara dunia perlu dilengkapi dengan jaring pengaman keuangan global seperti Inisiatif Chiang Mai, yakni kesepakatan pendanaan regional.

"Dan ini dapat dilakukan dengan diiringi lembaga yang sering diminta untuk membantu--IMF. Memastikan bahwa IMF memiliki sumber daya yang dibutuhkan memerlukan adanya kerja sama internasional," ujarnya.

Seperti diketahui, IMF dalam beberapa waktu terakhir menyepakati tambahan bantuan pinjaman bagi Argentina yang tengah dilanda krisis mata uang dan kenaikan inflasi. (ant/nin/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA