SS TODAY

Polisi Imbau Jemaat Gereja Tak Bawa Tas Besar Saat Ibadah Natal

Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 24 Desember 2018 | 17:48 WIB
AKBP Antonius Agus Rahmanto Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya saat melakukan pengecekan keamanan di pos pengamanan, Senin (24/12/2018). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - AKBP Antonius Agus Rahmanto Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya mengimbau, seluruh jemaah untuk tidak membawa tas berukuran besar saat beribadah di gereja pada perayaan Natal. Pihaknya memberlakukan satu pintu, di mana setiap tas yang dibawa akan diperiksa oleh petugas yang berjaga di setiap gereja.

Larangan membawa tas besar masuk gereja tersebut sebagai langkah antisipasi hal yang tidak diinginkan selama Natal. Alasan lainnya, yaitu untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para jemaat yang melaksanakan ibadah Natal.

"Ya nanti akan digeledah. Jadi kami imbau bagi jemaat untuk tidak membawa tas yang besar. Kalau ibadah, bawa saja seperlunya. Sebisa mungkin tidak usah bawa tas besar. Bagaimana pun itu akan jadi target pemeriksaan," kata Agus, Senin (24/12/2018).

Agus juga menambahkan, pihaknya telah menempatkan anjing K9 di depan gereja untuk memeriksa setiap kendaraan yang datang ke gereja. Pemeriksaan setiap orang yang berdatangan juga akan dibantu oleh security masing-masing gereja.

Dalam hal pengamanan ini, kata dia, ada sekitar 400 personel gabungan yang telah disebar untuk mengamankan seluruh gereja di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Sekitar 20 gereja besar di antaranya, telah dilakukan sterilisasi untuk mengantisipasi adanya ancaman teror bom.

"Kami melakukan sterilisasi di beberapa gereja besar dan melakukan pengecekan di Pos Pam yang berdiri di beberapa titik. Pada prinsipnya kami siap. Jadi setelah sterilisasi ini, akan kami tutup sampai satu jam jelang pelaksanaan kebaktian," tambahnya.

Lektol Inf Lukman Hakim Dandim 0831 Surabaya Timur menambahkan, pihaknya siap membantu Polri secara penuh untuk membantu melakukan pengamanan di pos-pos dan gereja. Untuk pengamanan di pos, pihaknya menempatkan sekitar 2-3 personel.

"Sedangkan untuk pengamanan di masing-masing gereja, ada satu regu yang siap membantu polisi," pungkasnya. (ang/dim/ipg)
Editor: Iping Supingah