SS TODAY

Kapolda Jatim Takjub Saat di Gereja Bethany Surabaya

Laporan Denza Perdana | Senin, 24 Desember 2018 | 21:21 WIB
Pakde Karwo sedang memberikan sambutan di acara Misa Malam Natal di Gereja Bethany, Nginden, Senin (24/12/2018) malam. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Inspektur Jenderal Luki Hermawan Kapolda Jawa Timur, mengaku takjub dengan sambutan hangat umat Kristiani di Gereja Bethany Nginden Surabaya.

Sekitar pukul 18.30 WIB, Kapolda Jawa Timur bersama Soekarwo Gubernur Jatim, serta Mayjen TNI Arif Rahman Pangdam V Brawijaya berkunjung ke gereja itu dalam rangka meninjau pengamanan malam Natal.

Di hadapan 30 ribu jemaat Misa Natal di Gereja Bethany, Soekarwo Gubernur Jatim yang akrab disapa Pakde Karwo sempat memberikan sambutan singkat.

Membuka sambutannya, Pakde Karwo mengucap salam yang biasa diucapkan umat muslim lalu melanjutkan dengan salam sejahtera bagi umat Kristiani.

Salam yang diucapkan Pakde Karwo itu ternyata dijawab oleh puluhan ribu jemaat di dalam gereja.

Inilah yang membuat Luki Hermawan mantan Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan Polri kelahiran Kudus itu merasa takjub.

"Kita berada di gereja dimana saat mengucap "Assalamualaikum" dan jawabannya sangat luar biasa "Waalaikumsalam" serentak. Ini menunjukan penerimaan dan toleransi. Saya kaget sekaligus takjub mereka menerima kita. Saat ini semoga kebersamaan ini bisa terus kita jaga," ungkapnya.


Jemaat Gereja Bethany Nginden Surabaya menjelang Misa malam Natal, Senin (24/12/2018). Foto: Denza suarasurabaya.net

Pakde Karwo, dalam sambutannya menegaskan pemerintah bersama TNI, Polri, dan tokoh agama memastikan malam Natal dan pelaksanaan ibadah Misa Natal umat Kristiani berjalan aman dan damai.

Dia juga mengajak umat Kristiani untuk terus bergandengan tangan dengan umat beragama lain di Jawa Timur.

Kepada wartawan Pakde Karwo mengatakan pengamanan Natal malam ini bukan hanya masalah kondisinya saja.

"Ini adalah wujud ke-Indonesiaan yang telah dibangun oleh para founding father Indonesia. Yang mana sistem antara mayoritas dengan minoritas saling menghargai. Tidak ada tirani, minoritas, dan tidak ada diktator mayoritas. Ini luar biasa," ujar Pakde Karwo.

Sementara Mayjen TNI Arif Rahman Pangdam V Brawijaya menegaskan
seluruh jajaran Kodam V Brawijaya hari ini bersama Polri mendukung penuh pengamanan malam Natal.

Pengamanan ini akan dilakukan hingga perayaan tahun baru mendatang.
Dia berharap pelaksanaan ini berjalan lancar, aman, dan damai, tidak ada kendala berarti.

Perlu diketahui jajaran Polda Jatim bersama TNI dan instansi terkait mulai mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru dari 21 Desember kemarin sampai 1 Januari 2019 mendatang.

Total 18 ribu personel Polri dan TNI yang bersama-sama mengamankan peribadatan Natal, serta pengamanan di pusat-pusat perbelanjaan dan obyek vital lainnya. Khusus di Kota Surabaya ada prioritas deteksi dini untuk meminimalisir terjadinya aksi teror. Mengingat pengalaman yang telah lalu, penjagaan di gereja-gereja di Surabaya pun, diperketat. (den/dim/ipg)
Editor: Iping Supingah