SS TODAY

Uskup Agung di Katedral Jakarta: Indonesia di Masa Pascakebenaran

Laporan Farid Kusuma | Selasa, 25 Desember 2018 | 10:54 WIB
Monsignor Ignatius Suharyo Uskup Agung Jakarta memimpin Misa Pontifikal dalam perayaan Natal di Katedral Jakarta, Selasa (25/12/2018). Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sekitar lima ribuan jemaat Katolik memadati Katedral Jakarta, di kawasan Gambir, Jakarta Pusat sedari pukul 06.00 WIB untuk mengikuti Misa Natal hari ini, Selasa (25/12/2018).

Misa Hari Raya Natal di Katedral Jakarta sesi pertama dimulai pukul 07.00 WIB. Ibadah yang dipimpin Romo Joannes Maryana itu berlangsung khidmat.

Sesudah jeda sebentar, acara dilanjutkan dengan Misa Pontifikal yang dipimpin Monsignor Ignatius Suharyo Uskup Agung Jakarta dan Kuria Keuskupan Agung Jakarta.

Sekitar pukul 09.00 WIB, prosesi Misa Pontifikal dimulai. Seluruh jemaat, baik di dalam mau pun halaman Katedral Jakarta penuh khidmat menjalankan ibadahnya.

Dalam khutbahnya, Uskup Agung Jakarta menyampaikan Pesan Natal kepada seluruh Umat Kristiani, khususnya di Indonesia. Salah satunya, dia menyinggung maraknya penyebaran fitnah dan kabar bohong melalui media sosial.

Menurut Monsignor Ignatius Suharyo, sekarang Indonesia ada di masa pascakebenaran, di mana orang-orang tidak peduli apa yang disampaikan, yang penting bicara sesuatu demi eksistensi.

Uskup Agung Jakarta juga merasa prihatin karena belakangan ini banyak orang yang menyebarkan fitnah dengan bangganya, demi kepentingan pribadi atau kelompok.

"Mau dibawa ke mana peradaban manusia kalau persoalan itu terus berlangsung?" ucap Monsignor Ignatius Suharyo di hadapan ribuan jemaat, di Katedral Jakarta.

Menurut Uskup Agung, tanda-tanda iman seseorang sudah benar, antara lain kalau dia mendorong persaudaraan sesama manusia tanpa membedakan suku, agama, dan ras. "Semakin orang beriman, seharusnya semakin mempererat persaudaraan, dan semakin berbela rasa," tegasnya.

Persaudaraan dan persatuan penting untuk dirawat bersama. Hal itu, menurut Uskup Agung Jakarta, relevan dengan kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Rencananya, misa sesi ketiga yaitu Misa Keluarga yang dipimpin Romo Chritoforus Kristiono Puspo akan dilaksanakan pukul 11.00 WIB. Kemudian, misa sesi keempat atau terakhir pukul 17.00 WIB, dipimpin Romo Markus Yumartana.

Pantauan di lokasi, aparat keamanan dari Polri siap siaga di sekitar Katedral Jakarta yang pagi hari ini diguyur hujan yang cukup deras. (rid/tin)
Editor: Denza Perdana