SS TODAY

Senin, VA Diperiksa Sebagai Tersangka Prostitusi Online

Laporan Anggi Widya Permani | Sabtu, 19 Januari 2019 | 17:06 WIB
VA saat keluar dari ruang penyidik Plda Jatim. Foto: dok suarasurabaya.net.
suarasurabaya.net - Polda Jatim akan memanggil artis VA alias Vanessa Angel yang terlibat dalam kasus prostitusi online, pada Senin (21/1/2019). Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, Vanessa dipanggil untuk menjalani pemeriksaan terkait statusnya sebagai tersangka.

Soal apakah selanjutnya Vanessa akan ditahan atau tidak, Barung belum bisa memastikan. Dia hanya menegaskan, bahwa penahanan terhadap Vanessa itu merupakan kewenangan dari penyidik.

"Kami memanggil seorang wanita Vanessa Angel sebagai tersangka. Apakah hari Senin itu ditahan atau tidak, itu nanti penyidik yang menentukan," kata Barung, Sabtu (19/1/2019).

Barung menambahkan, apabila Vanessa pada panggilan pertama besok tidak datang, polisi akan melakukan upaya penjemputan. Selain memanggil Vanessa, penyidik juga dijadwalkan akan memanggil artis berinisial ML yang diduga terlibat dalam kasus ini.

"Kalau tidak datang, panggilan kedua langsung kita jemput. Hari Senin itu, kami juga panggil artis ML untuk diperiksa," kata dia.

Sebelumnya, Polda Jatim telah menetapkan Vanessa Angel sebagai tersangka prostitusi online, pada Rabu (16/1/2019). Vanessa disangka melanggar Pasal 27 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang bermuatan melanggar kesusilaan. Dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Irjen Pol Luki Hermawan Kapolda Jatim mengatakan, penetapan tersangka ini sesuai hasil gelar perkara yang diperkuat pendapat beberapa ahli, seperti ahli pidana, ahli bahasa, ahli IT, ahli Kementerian Agama, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam hal ini, ada tiga hal yang menguatkan Vanessa menjadi tersangka kasus prostitusi online. Di antaranya, keterlibatannya dalam mentransmisikan foto-foto vulgarnya, percakapan atau chatting yang tidak sesuai dengan etika dan kesusilaan, dan semua hal itu dilakukan Vanessa lebih dari satu kali. (ang/wil)
Editor: Zumrotul Abidin



LAINNYA