SS TODAY

Khofifah Mengimbau Warga Jatim Hentikan Kebiasaan Membuang Diapers ke Sungai

Laporan Farid Kusuma | Kamis, 14 Februari 2019 | 12:08 WIB
Sampah popok yang ditemukan di sepanjang Sungai Brantas. Foto: Ecoton untuk suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kebersihan lingkungan hidup khususnya sungai menjadi salah satu program kerja Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak Gubernur Jawa Timur yang baru kemarin, Rabu (13/2/2019) dilantik Presiden, di Istana Negara, Jakarta.

Khofifah mengungkapkan data, ada sebanyak 2,9 juta popok bayi (diapers) yang dipakai tiap harinya di Jawa Timur. Yang memprihatinkan, dari jumlah itu, 1,2 juta di antaranya dibuang ke sungai.

Kebiasaan buruk masyarakat itu selain mencemari air, juga membuat ekosistem sungai seperti ikan terkontaminasi mikroplastik akibat memakan bahan diapers.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, duet Khofifah-Emil sudah menyiapkan program kerja yang melibatkan relawan, dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Menurut Khofifah, perlu ada tempat sampah khusus untuk membuang diapers bekas pakai, berupa truk/tronton di 99 buah jembatan sekitaran sungai.

Selain itu, dengan program yang diberi nama Adopsi Sungai Brantas, Khofifah mengajak masyarakat Jawa Timur secara sukarela bersama-sama membersihkan sungai setiap hari bebas kendaraan.

Khofifah menegaskan, pembiayaan program tersebut non-APBD karena bekerja sama dengan CSR perusahaan dan relawan yang benar-benar peduli lingkungan.

"Ada 2,9 juta diapers bayi yang dipakai tiap hari di Jawa Timur dan 1,2 juta di antaranya dibuang ke sungai. Saya ingin mengajak sukarelawan dan CSR perusahaan agar menyediakan tempat pembuangan berupa truk yang ada di 99 jembatan. Kami juga mengajak bersih-bersih sungai dengan program Adopsi Sungai Brantas," ujarnya di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Lebih lanjut, mantan Menteri Sosial itu berharap ada kesadaran masyarakat Jawa Timur untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah/diapers ke aliran sungai.

Seperti diketahui, Khofifah-Emil mulai kemarin, resmi mengemban tugas sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur periode 2019-2024.

Duet Khofifah-Emil pasang target mengimplementasikan sejumlah janji kampanye yang terangkum dalam Nawa Bhakti Satya, dalam 99 hari pertama bekerja sebagai pemimpin Jawa Timur.

Program kerja 99 hari pertama itu, nantinya terbagi menjadi tiga termin, di mana setiap termin berdurasi 33 hari.

Selain menjaga lingkungan hidup, Khofifah-Emil juga berjanji akan meningkatkan layanan kesehatan, pendidikan, menekan angka kemiskinan serta mereduksi ketimpangan antara kota dan desa di Jawa Timur. (rid/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA