SS TODAY

Malam Ini Khofifah Tinjau Banjir Madiun

Laporan Denza Perdana | Rabu, 06 Maret 2019 | 21:13 WIB
Banjir yang menggenangi kawasan Madiun. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur akan bertolak ke Madiun malam ini untuk mengecek penanganan banjir di Kawasan Nganjuk-Madiun yang terjadi sejak Rabu pagi.

"Saya sebenarnya sudah memantau sejak pagi, setengah tiga (pagi) ya, banjir mulai meninggi. Saya memastikan Dapur Umum Lapangan sudah jalan. Jam sembilan saya cek, lalu jam 11 saya cek lagi, InsyaAllah malam ini saya ke Madiun," ujar Khofifah, Rabu (6/3/2019).

Perlu diketahui, ada sebanyak 11 desa di 3 kecamatan wilayah Kabupaten Madiun terendam banjir sejak Selasa (5/3/2019) malam. Banjir kali ini adalah dampak luapan sungai Bengawan Madiun atau Kali Madiun, setelah sebelumnya diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Sebelumnya, Subhan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur menyebutkan, tiga kecamatan itu di antaranya Kecamatan Balerejo, Kecamatan Pilangkenceng dan Kecamatan Saradan.

Selain itu, sebenarnya ada sejumlah kawasan di Kecamatan Wungu yang sempat direndam banjir meski kemudian perlahan-lahan mulai surut.

Menurutnya, ketinggian air di tiga kecamatan tersebut bahkan mulai satu hingga dua meter. Untuk itu, BPBD Jatim beserta Pemda dan Pemrov Jatim menerjunkan 5 kapal karet untuk proses evakuasi korban.

Khofifah menjelaskan, potensi bencana alam paling tinggi yang dapat terjadi di Jawa Timur adalah banjir. Terutama karena luapan sungai besar yang melewati daerah-daerah terdampak di musim penghujan.

"Misalnya Bengawan Solo, lalu ada yang dilewati Brantas. Lalu seperti Sungai Kemuning yang menyebabkan terjadinya banjir di Kota Sampang. Kebanyakan sungai besar ini merupakan sungai nasional, kecuali Kemuning," katanya.

Untuk mengatasi banjir ini tidak terjadi lagi, Khofifah dengan singkat menyebutkan, solusinya adalah sudetan. Agaknya, tujuannya untuk memecah konsentrasi air di sungai tertentu ketika ketinggian air hampir melebihi kapasitas.

"Sudetan, sudetan. Jadi sudetannya kurang tiga sudetan," katanya.(den/rst)
Editor: Restu Indah



LAINNYA