SS TODAY

Dinkes Jatim: Waspada pada Ancaman Penyakit Pascabanjir

Laporan Anggi Widya Permani | Jumat, 08 Maret 2019 | 16:42 WIB
Banji yang melanda Desa Kwadungan, Ngawi, Kamis (7/3/2019). Foto: Budi Satriyo Kepala Infokom Banser Satkorwil Jatim via whatsapp SS
suarasurabaya.net - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mengimbau, kepada seluruh korban banjir di Jatim untuk tetap waspada terhadap ancaman penyakit pascabanjir. Beberapa penyakit yang rentan menyerang korban banjir adalah gatal-gatal, diare, infeksi saluran pernapasan, hingga leptospirosis.

Kohar Hari Santoso Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim mengatakan, pihaknya bersama petugas medis lainnya sudah meninjau langsung ke beberapa daerah yang terdampak. Rata-rata korban banjir mengeluh gatal-gatal, mengalami diare, dan ada juga yang menderita infeksi saluran pernapasan.

"Rata-rata korban banjir kemarin saat meninjau langsung, banyak yang keluhannya gatal-gatal, infeksi saluran pernapasan, dan diare. Tapi kalau leptospirosis sejauh ini belum ada," kata Kohar kepada suarasurabaya.net, Jumat (8/3/2019).

Kohar mengungkapkan, pihaknya sudah membangun pos-pos kesehatan di beberapa daerah, terutama daerah yang fasilitas kesehatannya atau Puskesmas ikut terdampak. Seperti di Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun yang dinilai menjadi lokasi terdampak banjir paling parah.

Ada sekitar 10 orang lansia yang dievakuasi oleh Dinkes, untuk menjalani perawatan di pos kesehatan sampai kondisinya stabil. Selain pos kesehatan, pihaknya juga telah menyiagakan sejumlah tim medis yang bergantian selama 24 jam setiap harinya.

"Di Balerejo itu paling parah. Kemarin puskesmasnya sempat terdampak. Tapi hari ini Alhamdulillah berangsur surut dan mulai berjalan seperti biasa. Kami juga buka pos kesehatan di dekat tempat pengungsian," kata dia.

"Saya harap, masyarakat atau korban banjir kalau belum memungkinkan atau terlalu beresiko jangan pulang ke rumah dulu dan tetap berada di pengungsian. Sampai benar-benar keadaan sudah aman," tambahnya.

Tak hanya fasilitas kesehatan, Dinkes Jatim juga telah mengirimkan obat-obatan tambahan, makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita, serta membagikan chlorine dan lysol untuk menjaga kualitas air dan sanitasi. (ang/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



LAINNYA