SS TODAY

Tak Mampu Terjang Banjir, Kendaraan Roda Dua Diangkut Truk Satpol PP

Laporan Zumrotul Abidin | Jumat, 03 Mei 2019 | 13:02 WIB
Petugas Satpol PP membantu pengendara motor yang tidak memungkinkan menerjang banjir. Foto: Abidin suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Dampak jebolnya tanggul sunga anak Kali Lamong di Kelurahan Sumberejo Kecamatan Pakal, Surabaya berdampak hingga akses jalan menuju Gelora Bung Tomo (GBT). Petugas Satpol PP membantu pengendara motor yang tidak memungkinkan menerjang banjir.

Irvan Widyanto Kepala Satpol PP Kota Surabaya mengatakan, personelnya telah disebar untuk membantu warga, termasuk mengangkut kendaraan roda dua yang tak mampu menerjang banjir.

"Iya, ini personel turun menyebar membantu warga. Kami naikkan truk untuk menuju tujuan rumah mereka," ujarnya kepada suarasurabaya.net, Jumat (3/5/2019).


Pengendara sepeda motor yang nekat menerjang genangan banjir di akses jalan menuju Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (3/5/2019). Foto: Abidin suarasurabaya.net

Menurut Irvan karena ketinggian genangan di akses dekat GBT mengakibatkan banyak motor mogok maka petugas di lapangan membantu warga.

"Semua masih penanganan ini. Tim Satgas BPB Linmas juga sudah turun sejak pagi," katanya.

Sekadar diketahui, tanggul sungai anak Kali Lamong di Sumberejo, Pakal jebol. Warga di 8 RW se-Sumberejo terdampak banjir dan terparah di RW 3 yang berdekatan dengan titik tanggul yang jebol.

Nur Suud Ketua RW 3 Kelurahan Sumberejo mengatakan, tanggul jebol mulai Jumat (3/5/2019) dinihari hanya sepanjang 2 meter. Tapi karena tanggul terbuat dari tanah maka mudah tergerus air dan sekarang panjangnya 50 meter yang jebol.

"Ini kalau dihitung se-Sumberejo menyeluruh terdampak, ada 8 RW kena dampak semua, yang paling parah itu RW 3. Karena lokasi yang jebol itu berdekatan dengan RW 3," katanya.

Tim Satgas Pemkot Surabaya yang dipimpin langsung oleh Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya sedang berupaya menangani tanggul yang jebol. Ratusan karung pasir terus dikerahkan untuk menutup tanggul yang jebol. (bid/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



LAINNYA