SS TODAY

Dua Korban Pencari Ikan yang Terseret Arus Banjir Ditemukan Meninggal

Laporan Agustina Suminar | Minggu, 05 Mei 2019 | 17:02 WIB
Ilustrasi. Grafis: suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Dua orang pencari ikan, yang sebelumnya dikabarkan hilang setelah jatuh terpeleset dan terseret arus banjir di Desa Tambakberas, Kecamatan Cermen, Gresik, Minggu (5/5/2019), telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Mereka adalah Muri (21) dan tetangganya, Bagus (16), yang beralamat di Desa Kramatinggil, Gresik.

Korban meninggal setelah terpeleset ke dalam tanggul tambak ikan bandeng sedalam dua meter. Ditambah, korban diketahui sama-sama tidak bisa berenang, sehingga saat dilakukan pencarian, keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Menurut AKP Iwan Hari Kapolsek Cerme Gresik, pada Minggu dini hari air di Desa Tambakberas memang sedang pasang. Ditambah arus banjir yang deras membuat korban terseret arus dan sulit untuk menyelamatkan diri.

"Mereka adalah tetangga, semalam sekitar jam 02.30 WIB bersama rekan-rekannya memanfaatkan banjir untuk mencari ikan karena memang berdekatan dengan tambak ikan bandeng. Tapi korban ini terpeleset di tanggul tambak dan terseret arus banjir. Kondisi kedua korban saat kami temukan sudah meninggal dunia karena disinyalir, kedua korban tidak bisa berenang," kata AKP Iwan kepada Radio Suara Surabaya, Minggu (5/5/2019).

Saat ini, kata dia, jasad korban sudah telah dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina, Gresik untuk dilakukan visum. Sementara itu, debit air akibat anjir yang melanda beberapa daerah di Gresik hingga Minggu sore hari ini masih terpantau tinggi.

Bahkan, terdapat 7 desa di Kecamatan Cerme yang rata-rata tinggi air mencapai satu meter lebih. Beberapa desa yang mengalami dampak cukup parah diantaranya Morowudi, Iker- iker Geger dan Tambakberas.(tin)


LAINNYA