SS TODAY

Polisi Korban Penyerangan Polsek Wonokromo Diberi Kenaikan Pangkat

Laporan Agustina Suminar | Senin, 19 Agustus 2019 | 08:32 WIB
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim menjenguk Aiptu Agus Sumartono di RS Bhayangkara Polda Jatim, Minggu (18/8/2019). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Kombes Pol Sandi Nugroho Kapolrestabes Surabaya mengatakan, petugas polisi yang menjadi korban penyerangan di Polsek Wonokromo pada Sabtu (17/8/2019) lalu, mendapatkan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa.

Ia menyebut, dengan adanya penghargaan ini, korban mendapat kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari sebelumnya.

"Kami dapat kabar dari pimpinan baik Kapolda maupun Kapolri, untuk anggota yang terluka, maupun anggota yang membantu melumpuhkan tersangka, mendapat penghargaan KLB atau kenaikan pangkat luar biasa," kata Kombes Pol Sandi Nugroho kepada Radio Suara Surabaya, Senin (19/8/2019).

Salah satu korban yang mengalami luka cukup parah adalah Aiptu Agus Sumartono.

Aiptu Agus sendiri sebenarnya bukan petugas pelayanan SPKT di Polsek Wonokromo. Namun karena petugas yang harusnya berjaga sedang izin ke belakang, akhirnya Aiptu Agus menghampiri IM (31) yang mengaku ingin mengurus SPKT. Namun siapa sangka, IM secara tiba-tiba menyerang korban menggunakan senjata tajam. Ia bahkan yang harus dioperasi karena mengalami luka serius dibagian kepala, pipi, dan tangan.

Saat ini, kondisi Aiptu Agus mengalami peningkatan pascaoperasi dan mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Surabaya. Sedangkan satu korban lain, yaitu Briptu Febian yang mendapat luka lebam di wajah saat berusaha melumpukan pelaku, kondisinya juga semakin membaik.

Kombes Pol Sandi tidak menampik jika korban mengalami trauma setelah kejadian penyerangan tersebut. Namun, berkat dukungan masyarakat dan anggota polisi yang lain, korban berupaya untuk pulih dari trauma dan segera dapat menjalankan tugasnya dalam melayani masyarakat.

"Secara psikis, trauma dari anggota memang ada, karena polisi juga manusia biasa. Ada kekhawatiran, ketakutan. Tapi karena dukungan dari teman-teman yang lain, ketakutan itu disingkirkan karena tugas utama kami adalah melayani masyarakat," ujarnya.

Atas kejadian tersebut, kepolisian Surabaya segera melakukan evaluasi agar kejadian penyerangan tersebut tidak terulang kembali. Terlebih perihal keamanan anggota polii saat memberikan pelayanan bagi masyarakat.

"Ini tidak luput dari kelengahan dan peluang dari hal-hal yang tidak diinginkan. Makanya kita evaluasi secara keseluruhan dan kita pastikan layanan tetap berjalan dan petugas dipastikan aman," tutupnya.(tin/rst)
Editor: Restu Indah