SS TODAY

Maruarar Sirait: Jokowi Membangun Papua dengan Cinta

Laporan Muchlis Fadjarudin | Jumat, 23 Agustus 2019 | 07:05 WIB
Maruarar Sirait anggota DPR RI. Foto; Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Joko Widodo Presiden memperhatikan Papua sama seperti memperhatikan daerah-daerah lain di Indonesia. Hal ini terlihat jelas dengan pola pembangunan Joko Widodo yang Indonesiasentris dan bukan Jawasentris.‎

Demikian ditegaskan Maruarar Sirait anggota DPR RI. Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) yang pernah mendampingi Jokowi ke Papua ini kembali mengingatkan bahwa sudah 13 kali Jokowi mendatangi Papua, dan ini menjadi sejarah baru kunjungan Presiden Indonesia ke wilayah paling Timur Nusantara ini.

"Dan Jokowi bukan hanya membangun jalan di Papua, melainkan juga membangun dengan cinta," kata Ara panggilan akrab Maruarar saat diwawancarai bersama Bambang Soesatyo Ketua DPR RI, di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Kepada Bambang, Maruarar pun meminta agar DPR RI membantu turun ke lapangan dalam rangka ikut mengatasi persoalan di Papua.

"Ketua DPR bisa mengundang tokoh-tokoh Papua atau tokoh-tokoh agama untuk mendinginkan suasana," ujar Ara.

Sementara Bambang Soesatyo mengiyakan permintaan Maruarar untuk turun ke lapangan. Ia juga siap mengundang tokoh Papua dan tokoh agama. Ia juga mengimbau kepada warga Papua dan jajaran TNI-Polri agar saling menahan diri agar tidak terjadi bentrokan.

Bambang mengatakan bahwa ia dan Tim DPR RI Pemantau Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat akan segera meminta waktu bertemu Joko Widodo Presiden untuk melakukan rapat konsultasi membahas penyelesaian berbagai peristiwa yang terjadi di Papua dan Papua Barat. Ini sebagai langkah konkrit DPR RI membantu pemerintah pusat agar kondisi di Papua dan Papua Barat bisa kembali kondusif.

Hari kamis kemarin (22/8/2019), Bambang pun sudah menerima tokoh masyarakat Papua dan Papua Barat. Yaitu Laksama Madya TNI (purn) Fredy Numberi, Edo Kondologit Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sorong sekaligus seniman, dan Simon Patrice Morin mantan anggota DPR RI. Hadir juga Sabam Sirait anggota DPD RI, Fadli Zon Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Tim DPR RI Pemantau Otsus Papua dan Papua Barat dan Robert Kardinal anggota DPR RI Daerah Pemilihan Papua Barat.

"Untuk menurunkan eskalasi di Papua dan Papua Barat, perlu ada pengusutan hukum yang tuntas terkait peristiwa di asrama mahasiswa asal Papua di Surabaya dan kejadian yang menimpa mahasiswa Papua di Malang. Jika ada yang melanggar hukum baik dari pihak sipil, pejabat pemerintah daerah, maupun TNI/Polri, harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku," tegas Bamsoet.(faz/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



LAINNYA