SS TODAY

Kodam V Brawijaya Nonaktifkan Lima Anggotanya

Laporan Anggi Widya Permani | Senin, 26 Agustus 2019 | 11:36 WIB
Kondisi di Asrama Papua di Jalan Kalasan, Surabaya pada Sabtu (17/8/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kodam V/Brawijaya menonaktifkan lima anggotanya. Penonaktifan atau skorsing ini dilakukan untuk kepentingan penyidikan insiden di depan Asrama Mahasiswa Papua, pada Jumat (16/8/2019) lalu.

Letkol Arm Imam Haryadi Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya membenarkan, salah satu yang dinonaktifkan adalah Mayor Inf N.H. Irianto Danramil 0831/02 Tambaksari, Surabaya.

"Ya benar. Jadi sementara dibebastugaskan dalam rangka mempermudaah penyidikan. Kemudian juga mempertimbangkan jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Imam, Minggu (25/8/2019).

Sanksi berupa skorsing ini dijatuhkan lantaran lima anggota TNI tersebut diduga melakukan pelanggaran kedisiplinan. Ini berdasarkan video yang sudah beredar luas di media sosial.

Namun pihaknya membantah kalau sanksi ini terkait kasus ujaran rasial, yang memicu kerusuhan di Papua. Imam mengatakan, skorsing diberikan karena anggotanya tidak mengedepankan cara komunikasi yang baik dan persuasif.

Terutama saat menghadapi permasalahan di lapangan. Seperti diketahui, sempat terjadi ketegangan saat sejumlah ormas berada di depan Asrama Mahasiswa Papua.

"Yang jelas sudah kelihatan dalam video tersebut, dia (anggota TNI, red) tidak menampilkan jati diri seorang aparat. Dia marah-marah. Itu tidak boleh, itu yang kami sesalkan. Sementara perintah kita kan jelas. Di metode kami kan jelas bagaimana komunikasinya saat menemukan permasalahan di lapangan," jelasnya.

Terkait dugaan ujaran rasial, kata Imam, pihaknya menyerahkan kasus itu ke pihak polisi.

"Kalau ujaran rasisme, rasial itu, video tersebut, itu kita serahkan prosesnya di Polda. Posisi saat itu kan sangat ramai, asal suara itu kan tidak jelas. Kita kan juga tidak bisa serta merta menyalahkan, nanti penyidikan tersebut kita percayakan ke kepolisian," ujarnya.

Untuk skorsing kelima anggotanya, Imam belum bisa memastikan berapa lama. Dia mengatakan, lamanya skorsing tergantung proses penyidikan oleh Pomdam V/Brawijaya.

"Saat ini pada tingkat penyidikan, di internal Pomdam V/Brawijaya. (Skorsing) tunggu kelengkapan penyidikan dan persidangan di pengadilan militer," katanya. (ang/rst)
Editor: Restu Indah



LAINNYA