SS TODAY

Tim SAR akan Mencari Dua Korban Hilang di Bangkai KM Santika Nusantara

Laporan Denza Perdana | Kamis, 05 September 2019 | 18:11 WIB
Tim SAR berkoordinasi dengan tim gabungan PT Jembatan Nusantara dan PT IMS dalam proses pencarian korban Senin (25/8/2019). Foto: Basarnas
suarasurabaya.net - Setelah menemukan satu korban meninggal di dalam bangkai Kapal Motor (KM) Penumpang Santika Nusantara, Kamis (5/9/2019) Tim SAR masih akan mencari dua korban yang hilang.

Prasetya Budiarto Koordinator Misi SAR (SMC) KM Santika Nusantara mengatakan, dari keterangan keluarga korban sampai Senin (25/8/2019) lalu, masih ada tiga korban hilang.

Dengan adanya temuan baru satu korban meninggal di dek mobil bangkai KM Santika Nusantara pukul 11.50 WIB tadi siang, Tim SAR menyimpulkan masih ada dua korban hilang yang belum ditemukan.

"Data terakhir, 311 korban sudah dievakuasi, tiga di antaranya meninggal. Lalu ada tiga korban hilang. Hari ini satu ditemukan, jadi tinggal dua yang belum," katanya dihubungi suarasurabaya.net.

Namun, pencarian belum bisa dilanjutkan karena masih menunggu hasil asesmen dari divisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) PT Jembatan Nusantara, selaku pemilik KM Santika Nusantara.

Sebelumnya, Selasa (3/9/2019) kemarin, bangkai KM Santika Nusantara yang sandar di Dermaga PT Indonesia Marina Shipyard (IMS), Gresik masih panas dan mengeluarkan asap di beberapa bagian.

"Hari ini proses pencarian dan evakuasi selesai. Kami masih akan melakukan pencarian dua korban hilang kalau K3 perusahaan sudah menyatakan aman," ujarnya.

Satu korban meninggal yang ditemukan di dek mobil KM Santika Nusantara telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jatim. Tim DVI Polda Jatim yang akan melakukan identifikasi jenazah.

Sekadar mengingatkan, KM Santika Nusantara terbakar di perairan Masalembu pada Kamis 22 Agustus lalu. Terdata dalam manifes saat itu, ada 111 orang penumpang di dalam kapal dan sejumlah kru.

Bangkai kapal yang awalnya sempat dikira karam ini ternyata terbawa arus laut sampai ke perairan Karang Jamuang. Sampai akhirnya tim pemantau udara menemukan lokasi kapal ini pada Senin (25/9/2019).(den/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah