SS TODAY

Massa Terpecah, Pendemo Minta Mahasiswa Keluar Gedung DPRD

Laporan Agung Hari Baskoro | Kamis, 26 September 2019 | 15:50 WIB
Kusnadi Ketua DPRD Jatim saat menemui massa aksi di depan gedung DPRD Jatim, Kota Surabaya, Kamis (26/9/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Situasi demo di depan Gedung DPRD Jatim, Kamis (26/9/2019) sore menegang, kejadian berawal saat sebagian mahasiswa beralmamater UIN Sunan Ampel dan beberapa elemen mahasiswa masuk ke dalam gedung DPRD Jatim bersama Kusnadi Ketua DPRD Jatim.

Massa melempar botol ke arah gedung dan meminta agar mereka keluar, sambil teriak "Penghianat".

Sebelumnya, Kusnadi mengatakan bahwa aspirasi yang disampaikan para mahasiswa sama dengan aksi kemarin, Rabu (28/9/2019). Oleh sebab itu dia berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut ke DPR RI.

Di atas mobil komando yang dinaiki mahasiswa beralmamater UIN Sunan Ampel, Kusnadi menyampaikan lima poin tuntutan mahasiswa yang sedang beraksi hari ini, diantaranya mendesak pemerintah agar tidak mengesahkan RKUHP dan membahas lagi pasal-pasal yang tidak pro rakyat.

Selain itu mengusut tuntas permasalahan Karhutla dan memfasilitasi masyarakat yang terdampak.

Mendesak pemerintah untuk mengesahkan RUU PKS, dan menyelesaikan masalah papua.

Poin kelima tentang KPK, sempat tidak disinggung oleh Kusnadi sehingga pengunjuk rasa marah dan berteriak. Akhirnya poin untuk mendesak agar RUU KPK dibatalkan dan diterbitkan Perpu ikut disampaikan.


Puluhan massa aksi yang memadati depan gedung DPRD Jatim, Surabaya. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Pantauan suarasurabaya.net, sesaat setelah sebagian mahasiswa ikut masuk dalam gedung DPRD Jatim, massa marah dan kembali berteriak dan meminta agar mahasiswa itu untuk keluar.

Situasi bisa dikendalikan oleh petugas, setelah sempat terjadi ketegangan. (bas/rst)
Editor: Restu Indah



LAINNYA