SS TODAY

Massa #SurabayaMenggugat Demo Lagi Kalau Tuntutan Tidak Dipenuhi

Laporan Denza Perdana | Senin, 07 Oktober 2019 | 20:27 WIB
Ilustrasi. Puluhan ribu massa gabungan dari organisasi mahasiswa dan aliansi sipil telah menguasai Jalan Indrapura depan gedung DPRD Jawa Timur, pada Kamis (26/9/2019). Foto: Dok/Purnama suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Perwakilan dari 30 elemen masyarakat dan mahasiswa yang terlibat Aksi #SurabayaMenggugat di depan DPRD Jatim 26 September lalu kembali berkonsolidasi, Senin (7/10/2019).

Kalau tuntutan mereka tidak direspons dan dipenuhi Pemerintah Daerah (DPRD Jatim maupun Pemprov Jatim) dan Pemerintah Pusat, mereka akan kembali menggelar aksi dengan massa lebih besar.

Zamzam Syahara Koordinator Aliansi Kekuatan Sipil yang menggagas aksi #SurabayaMenggugat menyatakan ini setelah tuntas berkonsolidasi dengan seluruh elemen, di Kampus Unair.

"Kami akan menggelar aksi tanggal 10 Oktober besok kalau Pemda maupun Pemerintah Pusat tidak merespons dan memenuhi tuntutan kami," ujarnya kepada suarasurabaya.net.

Zamzam mengatakan, meski DPRD Jatim pada saat itu sudah menerima tuntutan massa pengunjuk rasa dan akan menyampaikan ke DPR RI, tapi sampai saat ini belum ada respons lanjutan.

Aliansi Kekuatan Sipil memberikan tenggat waktu bagi Pemda maupun Pemerintah Pusat untuk merespons dan memenuhi enam tuntutan mereka sampai 9 Oktober mendatang.

"Seluruh elemen #SurabayaMenggugat sudah bersepakat, kalau tanggal 9 nanti belum ada respons juga dari pemerintah, kami akan menggelar aksi dengan massa lebih besar pada tanggal 10," katanya.

Berikut ini enam poin tuntutan Aliansi Kekuatan Sipil Surabaya itu:

1. Menolak UU KPK dan mendesak Presiden agar menerbitkan Perppu (pembatalan).
2. Menolak sejumlah RUU bermasalah, seperti RKUHP, RUU Ketenagakerjaan, dan RUU Pertanahan.
3. Mendesak DPR RI agar segera mengesahkan RUU PKS.
4. Mendesak pemerintah menyelesaikan kasus KARHUTLA.
5. Menolak Dwifungsi Aparat.
6. Mendesak pemerintah melakukan dialog dan menyelesaikan kasus HAM yang terjadi di Papua.(den/ipg)
Editor: Iping Supingah



LAINNYA