SS TODAY

Plt Kadis Kesehatan Kabupaten Jombang Absen dari Pemeriksaan KPK

Laporan Farid Kusuma | Selasa, 27 Februari 2018 | 21:06 WIB
Inna Silestyowati Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang tersangka kasus dugaan korupsi (berkerudung), bersiap menjalani pemeriksaan lanjutan di Kantor KPK, Jakarta Selatan, Rabu (21/2/2018). Foto: Farid/Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini mengagendakan pemeriksaan lanjutan Inna Silestyowati Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Inna sebetulnya akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap perizinan dan pengurusan penempatan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jombang, untuk tersangka Nyono Suharli Wihandoko Bupati Jombang.

Tapi, sampai sore hari, perempuan berprofesi dokter itu tidak juga datang ke Gedung Merah Putih Kantor KPK, Jakarta Selatan. Padahal, Inna yang sudah berstatus tersangka adalah Tahanan KPK.

"Kami belum mendapat konfirmasi dari Penyidik KPK, alasan ketidakhadiran saksi atas nama Inna Silestyowati," ujar Priharsa Nugraha Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Selasa (27/2/2018), di Gedung KPK, Jakarta Selatan.

Pekan lalu, KPK dua kali memeriksa Inna, baik sebagai saksi untuk Bupati Jombang, dan sebagai tersangka.

Usai menjalani pemeriksaan, Kamis (22/2/2018), Inna mengatakan terancam dipecat kalau tidak memberikan uang suap kepada Nyono Suharli Wihandoko.

Kemudian, Inna juga menduga ada oknum Anggota DPRD Jombang yang menerima aliran dana dari kutipan jasa pelayanan kesehatan/dana kapitasi 34 puskesmas di Jombang.

Seperti diketahui, Minggu (4/2/2018), KPK menetapkan Inna Silestyowati sebagai tersangka pemberi suap, dan Nyono Suharli Wihandoko Bupati Jombang sebagai tersangka penerima suap.

Penetapan status hukum itu dilakukan sesudah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di tiga lokasi terpisah, Sabtu (3/2/2018).

Dari tangan Bupati Jombang, KPK menemukan uang tunai sekitar Rp25 juta dan 9500 Dollar AS yang diduga sisa pemberian Inna Silestyowati.

Pemberian itu, menurut KPK, adalah suap supaya Bupati Jombang menetapkan Inna Silestyowati sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang definitif.

Sedangkan Nyono yang berniat menjadi Bupati Jombang periode 2018-2023, menerima suap itu untuk biaya pemenangannya di Pilkada 2018. (rid/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah