SS TODAY

Terdampak Limbah Kotoran Manusia, Hawaii Krisis Air Bersih

Laporan Pratino Aditya Tama | Rabu, 21 Maret 2018 | 15:02 WIB
Ilustrasi, Papan peringatan dilarang berenang di Hawaii yang tercemar karena cesspools. Foto: alphabetics.info
suarasurabaya.net - Jelang Hari Air Sedunia, ternyata ada fakta yang mengejutkan dari salah satu destinasi wisata favorit dunia yaitu Hawaii yang mengalami krisis air bersih karena limbah kotoran manusia.

Hawaii merupakan surganya destinasi wisata tropis khususnya keindahan pantainya yang legendaris Sayangnya, itu semua harus terganggu dengan masalah yang ada sekarang ini. Berdasarkan informasi yang dikutip dari New York Post, kini pulau eksotis tersebut penuh dengan kotoran.

Untuk mengembalikan kondisi lingkungan Hawaii menjadi bersih, dibutuhkan biaya yang tidak sedikit yaitu sekira USD1,75 miliar atau setara dengan Rp23,9 triliun.

Munculnya kotoran yang membuat para wisatawan terkena infeksi kulit dan mencemari air minum itu disebabkan karena terjadi krisis cesspool.

Cesspool adalah lubang tanah, dimana kotoran manusia yang tidak diolah diendapkan dan limbah tersebut memiliki kadar nitrat yang hampir melampaui batas wajar.

Berdasarkan departemen kesehatan Hawaii, limbah tersebut menyebabkan risiko penyakit pada penduduk pulau serta bahaya signifikan terhadap sumber daya pesisir termasuk terumbu karang.

"Limbah cair menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap kesehatan manusia dan ekosistem yang sensitif. Air limbah cesspool mengandung patogen, bakteri, dan virus yang dapat menyebarkan penyakit. Kemudian, limbah cair mengandung nitrogen dan fosfor yang dapat mengganggu ekosistem sensitif Hawaii," laporan dari departemen kesehatan seperti dilansir dari New York Post, Februari 2018.

Laporan tersebut menyatakan bahwa, penggantian tangki untuk memperbaiki kondisi lingkungan membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Selain itu, tempat berlabuh juga dapat memengaruhi kesehatan karena berinteraksi langsung dengan limbah. Salah satu risiko utamanya adalah kontaminasi sumber air minum karena peningkatan kadar nitrat yang memungkinkan polutan termasuk patogen masuk ke tubuh manusia.

Krisis ini juga mengancam pantai, perairan pesisir, dan kehidupan laut. Ada pula dampak terhadap terumbu karang memengaruhi ekonomi negara, perlindungan garis pantai, rekreasi, dan habitat kehidupan laut. (berbagai/ino/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief