SS TODAY

Jelang Hari Air Dunia, Inilah 10 Fakta Krisis Air Dunia

Laporan Pratino Aditya Tama | Rabu, 21 Maret 2018 | 14:44 WIB
Ilustrasi, dua anak kecil yang terlihat sangat bahagia ketika mendapatkan air. Foto: lifewater.org
suarasurabaya.net - Berbicara soal air, kita yang hidup di negara Indonesia ini seakan menganggap persoalan akan air adalah hal yang remeh. Apalagi negara kita adalah negara tropis, dimana musim hujan selalu datang 2 kali di setiap tahunnya. Seakan, air adalah hal yang selalu menyapa kita di setiap momen musim hujan tersebut.

Hal itu membuat masyarakat kita seakan kurang wasapada atas pentingnya menjaga air untuk kehidupan kita di masa mendatang.

Krisis air tidak hanya menyangkut pada jumlah kapasitas airnya saja, tapi kita harus melihat juga pada skala kebersihan air tersebut. Akan menjadi percuma jika kita memiliki debit air banyak, namun itu semua adalah air yang tercemar dan hanya menyebabkan penyakit.

Dikutip dari laman resmi lifewater.org, ini lah 10 fakta tentang krisis air dunia yang menyebabkan beberapa warga di belahan negara lain menderita termasuk Indonesia.

10 Fakta Tentang Krisis Air Dunia:

1. 100 juta keluarga terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan penyakit karena mereka tidak memiliki akses terhadap air bersih.

2. Lebih banyak orang meninggal karena air yang tidak aman daripada dari segala bentuk kekerasan, termasuk perang.

3. 2,4 miliar orang, 1 dari 3, kekurangan akses ke toilet.

4. Penyakit yang terbawa air membunuh lebih banyak anak di bawah usia lima tahun daripada malaria, campak, dan HIV/AIDS.

5. Di negara-negara berkembang, sebanyak 80% penyakit dikaitkan dengan kondisi air bersih dan sanitasi yang buruk.

6. Wanita dan anak perempuan menghabiskan waktu hingga 6 jam setiap hari untuk mendapatkan air untuk keluarga mereka.

7. Jarak rata-rata yang ditempuh wanita di Afrika dan Asia untuk mengumpulkan air adalah 3,7 mil. Itu adalah 19.500 langkah, setiap hari, hanya untuk mendapatkan air yang membuat mereka sakit.

8. 443 juta hari sekolah hilang setiap tahun karena penyakit terkait air.

9. Waktu yang dihabiskan untuk mengumpulkan air di seluruh dunia menghasilkan 24 miliar dolar untuk keuntungan ekonomi yang hilang setiap tahun, itu meneruskan siklus kemiskinan.

10. Setiap dolar yang diinvestasikan dalam air yang aman dan peningkatan kebersihan dan sanitasi menghasilkan delapan dolar peningkatan aktivitas ekonomi.

Melihat fakta di atas, semoga kita bisa lebih bijak dalam konsumsi air kita sehari-hari, dan mencoba untuk melestarikan air kita dengan memulai dari langkah-langkah yang sederhan misalnya, tidak membuang sampah di sungai atau tidak melakukan pemborosan air sewaktu melakukan aktivitas yang berhubungan dengan air. (ino/rst)
Editor: Restu Indah