SS TODAY

Kenali Kebutuhan Air Minum Berdasarkan Berat Badan

Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 22 Maret 2018 | 08:02 WIB
Ilustrasi.
suarasurabaya.net - Sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri dari air. Hal itu menunjukkan bahwa air merupakan zat yang sangat penting bagi tubuh dan kesehatan manusia. Untuk itu, asupan cairan sebaiknya harus terpenuhi dengan jumlah yang tepat.

Kohar Hari Santoso Kepala Dinas Kesehatan Jatim mengatakan kebutuhan air minum setiap orang berbeda-beda, karena beberapa faktor, seperti berat badan, aktivitas fisik, usia, dan kondisi kesehatannya. Menurut ilmu fisiologi manusia, kata Kohar, secara umum kebutuhan cairan tubuh manusia yaitu sekitar 40-50 cc per kilogram berat badan.

"Jadi, misalnya berat badannya 50 kg dikalikan dengan 50 cc, maka kebutuhan air minumnya adalah 50 x 50 = 2.500 ml atau 2,5 liter per hari," kata Kohar, kepada suarasurabaya.net, Kamis (22/3/2018).

Selain itu, lanjut Kohar, perhitungan kebutuhan air minum bagi ibu hamil dan menyusui juga akan berbeda dari kondisi seperti biasa. Pada dasarnya, wanita hamil dan menyusui memerlukan asupan cairan tambahan untuk mencegah terjadinya kekurangan cairan. Setidaknya, konsumsi air ditambah menjadi sekitar 300 ml per hari untuk ibu hamil dan sekitar 500 ml per hari untuk ibu menyusui.

"Kebutuhan air minum jangan sampai kurang. Karena bisa menghambat, seperti ibu menyusui, itu akan mempengaruhi produksi ASInya," kata dia.

Kohar mengatakan kekurangan konsumsi air minum, dapat menyebabkan gangguan kesehatan, salah satunya dehidrasi. Tubuh yang mengalami dehidrasi akan menjadi pekat dan kering, tekanan darah rendah, kulit kehilangan elastisitasnya, hingga sakit kepala atau migrain.

"Maka sirkulasi darah akan terganggu. Aliran darah dan oksigen ke otak menjadi tidak lancar. Bahkan kalau sudah dehidrasi berat, bisa menyababkan syok, gangguan pada ginjal, koma hingga kematian. Sehingga, konsumsi air minum yang cukup itu sangat penting sekali untuk tubuh kita. Tentu konsumsi air juga harus diperhatikan jumlahnya berapa. Jangan sampai berlebihan," kata dia. (ang/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief