SS TODAY

Warga Kota Surabaya Belum Sensitif Air

Laporan Pramudita Rah M | Kamis, 22 Maret 2018 | 09:51 WIB
Petugas mengecek ketersediaan air bersih di PDAM Karang Pilang. Foto: enciety.co
suarasurabaya.net - Warga Kota Surabaya belum sensitif terhadap ketersediaan air bersih. Hal ini diketahui dari survei PDAM Surya Sembada bersama tim perguruan tinggi dan stakeholder.

Mujiaman Sukirno Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya mengatakan, sensitivitas terhadap ketersediaan air bersih ini diperlukan karena cakupan air di wilayah sekitar Surabaya masih memprihatinkan.

"Saat ini 96,5 persen warga Surabaya sudah mendapat akses air. Secara kasatmata, air di Surabaya melimpah ruah dan murah, sehingga perlakuan kita pada air masih sembrono. Tapi, cakupan air di kota sekitar Surabaya masih memprihatinkan," katanya kepada Radio Suara Surabaya, Rabu (22/3/2018).

Dia menjelaskan, salah satu faktor kurangnya sensitivitas itu adalah tarif PDAM di Kota Surabaya yang tidak pernah naik sejak 12 tahun lalu. "Masyarakat Surabaya cukup beruntung, bisa menikmati air paling murah se-Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, sebagai kota yang menyongsong jadi Smart City, lebih elok jika Kota Surabaya juga menjadi Water Sensitive City. Sehingga nantinya PDAM akan memberlakukan insentif negatif untuk pelanggan yang boros air.

"Cara agar masyarakat menjadi lebih sensitif air adalah dengan menggunakan air seperlunya. "Segera laporkan kebocoran pipa PDAM di sekitar Anda," katanya.(prm/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief