SS TODAY

Komunitas Peduli Lingkungan Peringati Hari Air Sedunia di Sungai Kalimas

Laporan Anggi Widya Permani | Minggu, 25 Maret 2018 | 12:18 WIB
Upacara Peringatan Hari Air Sedunia, di Sungai Kalimas kawasan Monumen Kapal Selam Surabaya, Minggu (25/3/2018). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sejumlah Komunitas Peduli Lingkungan (KPL) se-Gerbangkertosusila menggelar Upacara Peringatan Hari Air Sedunia, di Sungai Kalimas kawasan Monumen Kapal Selam Surabaya, Minggu (25/3/2018).

Upacara itu dihadiri langsung oleh Handoko dari Dinas Kelautan dan Perikanan Surabaya dan Hamidah selaku Kabid Pengawas dan Penaatan Lingkungan Hidup BLH Surabaya.

"Saya bangga dan bersyukur bisa berkumpul dengan rekan-rekan sekalian, yang sangat peduli dengan lingkungan sekitar. Saya harap agenda seperti ini bisa dilakukan minimal satu tahun sekali. Yang jelas sungai di Surabaya harus bersih dan itu harga mati. Artinya kalau bersih, nantinya ekosistem yang ada di sungai bisa hidup di air yang bersih," kata Handoko, saat memberikan sambutan di upacara peringatan Hari Air Sedunia.

Setelah upacara, dilanjutkan dengan agenda persembahan mural dan penyebaran 15.000 bibit ikan di Sungai Kalimas. Selanjutnya, dilakukan pembersihan sungai, yang dimulai dari sungai Kalimas di kawasan Monkasel hingga Jembatan Petekan.

Aksi yang diikuti sekitar 300 peserta itu, terdiri dari beberapa komunitas diantaranya, Mahasiswa Pencinta Alam, Siswa Pencinta Alam dan Organisasi Pencinta Alam, yang sebelumnya telah melakukan survey di beberapa sungai di Surabaya.

"Sebelumnya kami telah melakukan survey di beberapa sungai di Surabaya. Hasilnya, sungai Kalimas dari Jasa Tirta ini banyak sampahnya. Terutama yang dari Monkasel sampai ke Jembatan Petekan, paling banyak sampah," kata Fira Yunita Koordinator Aksi kepada suarasurabaya.net.

Adapun sampah yang paling banyak ditemukan, lanjut Fira, diantaranya popok, sampah rumah tangga dan zat kimia. "Sampah dan zat-zat kimia itu kalau dibiarkan akan merusak ekosistem di sungai," tambahnya.

Fira berharap dengan adanya aksi ini, bisa menyadarkan masyarakat untuk peduli pada sampah dan pentingnya peran air sebagai salah satu sumber kehidupan. (ang/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief