INFO HAJI

Gelang Haji, Karya Perajin Asal Jepara

Laporan Agung Hari Baskoro | Rabu, 17 Juli 2019 | 17:57 WIB
Bias Musasim (45) pengrajin asal Jepara yang tiap hari memproduksi ratusan gelang bagi jamaah haji Embarkasi Surabaya. Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Dibalik gelang-gelang pengenal yang wajib dipakai Jamaah Calon Haji (JCH) asal Indonesia, ada pekerja-pekerja ulet dan tekun yang tiap hari memproduksi ratusan aksesoris wajib tersebut. Salah satunya, Bias Musasim (45) pengrajin asal Jepara yang tiap hari memproduksi ratusan gelang bagi jamaah haji Embarkasi Surabaya.

Bertempat di Hall E Asrama Haji Embarkasi Surabaya, ia dan tujuh orang rekannya, memproduksi ratusan gelang pengenal jamaah haji dengan tekun. Ia datang ke Asrama Haji Surabaya sejak 5 Juli 2019 lalu. Ia yang sudah berpengalaman sejak tahun 2016 ini, bekerja sejak pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB.

"Satu hari 4 kloter (jadi, red). Paling jam 3 lah selesai," ungkapnya sambil menunjukkan gelang hasil garapannya.

Gelang pengenal haji tahun ini berbeda dengan tahun 2018 lalu. Dulu, gelang pengenal dilengkapi dengan barcode. Namun, saat ini cukup menggunakan nomor maktab (pemondokan). selain itu, gelang pengenal ini juga memuat informasi umum lainnya, seperti nama, kloter, pasport dan bendera Indonesia.

"Sekarang lebih mudah. Kalau ini kan cuma pakai maktab, kalau barcode pakai proses pemanasan. Kalau maktab alatnya sama seperti nyetak nama," ujarnya.

Ia menyebut, gelang yang terbuat dari stainless ini tahan karat. Bahkan, jika gelang ini dibuat mandi, akan makin mengkilap. Gelang pengenal ini wajib dipakai JCH selama berada di tanah suci. Saat ini, Bias mengaku sudah menyelesaikan gelang milik JCH hingga kloter 41. (bas/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.