INFO HAJI

Jelang Kepulangan Jamaah Haji, Asrama Haji Surabaya Difogging

Laporan Agung Hari Baskoro | Kamis, 15 Agustus 2019 | 13:32 WIB
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya melakukan pengasapan atau fogging di lingkungan Asrama Haji Debarkasi Surabaya pada Kamis (15/8/2019). Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya melakukan pengasapan atau fogging di lingkungan Asrama Haji Debarkasi Surabaya pada Kamis (15/8/2019).

Dr Bangun Cahyo Utomo Kepala Seksi Sanitasi dan Dampak Resiko Lingkungan KKP Kelas 1 Surabaya mengatakan, fogging ini sengaja dilakukan untuk menyambut kedatangan para Jemaah Haji dari Tanah Suci. Pengasapan ini bertujuan untuk mengurangi faktor resiko penularan penyakit akibat gigitan nyamuk aides aigepti.

"Sehingga dengan diadakan fogging, nyamuk aides aigepti tidak ada di asrama haji. Sehingga jamaah bisa, waktu datang, (nyamuk, red) tidak menularkan faktor resiko penyakit yang ditukarkan nyamuk tersebut, seperti demam berdarah atau yellow fever yang menjadi perhatian dunia kan itu," ujar Dr Bangun pada Kamis (15/8/2019).

Dr Bangun menyebut, fogging sudah dilakukan sebanyak enam selama musim haji tahun ini. Masing-masing saat menjelang kedatangan calon jemaah haji, setiap akhir pekan selama calon jemaah haji berada di asrama, dan jelang kepulangan.

"Ada kaitannya dengan kepulangan jemaah. Untuk mempersiapkan kedatangan haji. Jadi tidak hanya berangkat saja kita lakukan pengawasan lingkungan. Jadi saat kepulangan pun kita lakukan pengamatan," jelasnya.

Berkat pengasapan ini, tercatat tak ada satupun jemaah di asrama ini yang dilaporkan terkena penyakit demam berdarah. Untuk satu kali fogging, KKP biasanya menerjunkan empat personel. Masing-masing dua petugas fogging dan dua pengawas.

Informasi yang diperoleh, kloter awal yang terdiri dari kloter 1 hingga 3 dijadwalkan akan tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya pada Minggu (18/8/2019) pagi. (bas/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.