INFO HAJI

Ini Bahayanya Memasukkan Air Zam-zam ke Dalam Koper Bagasi Pesawat

Laporan Dwi Yuli Handayani | Jumat, 16 Agustus 2019 | 12:31 WIB
Suasana penimbangan koper jamaah sebelum dibawa ke bandara untuk proses pemulangan jamaah haji ke Tanah Air. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Subhan Cholid Kepala Daerah Kerja Mekkah PPIH 2019 mengatakan ada dampak yang sangat berbahaya jika jamaah nekad memasukkan air zam-zam ke dalam koper bagasi pesawat di antaranya potensi merusak mesin pesawat yang sedang beroperasi.

"Kenapa itu dilarang? karena itu akan membahayakan keselamatan penerbangan," kata Subhan Cholid di Kota Mekkah, Jumat (16/8/2019), seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan, air zam-zam yang dimasukkan ke dalam koper itu tidak ada pengaman yang bisa melindungi tempat air baik botol maupun tempat lainnya meskipun sudah dibungkus dengan rapi.

Terlebih karena saat penerbangan koper tidak ditempatkan di tempat yang aman dalam arti tumpukan-tumpukan koper itu tidak ada pengaman untuk saling menindih sehingga tempat air itu bisa jadi pecah dan akan menimbulkan kebocoran.

"Sementara di bawah bagasi itu terdapat ribuan kabel instalasi kabel di penerbangan itu, andaikata air itu menetes sampai ke situ, itu akan membahayakan penerbangan itu sendiri. Jadi larangan itu demi keselamatan penerbangan," katanya.

Oleh karena itu pihaknya meminta demi kelancaran dan kebaikan semua agar jamaah tidak memasukkan air zam-zam ke dalam koper karena itu akan menghambat seluruh proses pemulangan kloter.

"Tidak hanya dirinya sendiri, tapi berakibat menghambat yang lain secara keseluruhan dalam kloter dan mudah-mudahan bisa menjadi pelajaran bagi para jamaah," katanya.

Subhan menyarankan bagi jamaah yang ingin membawa air zam-zam lebih baik ditenteng saja.

"Kalau nanti di bandara diizinkan ya dibawa, kalau tidak diizinkan, dirinya sendiri yang mengeluarkan, tidak dilakukan secara paksa," katanya. (ant/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.