JAZZ TRAFFIC

11 Musisi Ini Akan Tampil di Bistar Jazz Traffic Festival 2019

Laporan Ika Suryani Syarief | Senin, 22 Juli 2019 | 21:35 WIB
suarasurabaya.net - Bistar Jazz Traffic Festival (JTF) 2019 sudah ditunggu-tunggu. Selaku penyelenggara, Suara Surabaya Media didukung aplikasi transportasi Bistar, akan menyajikan JTF dengan konsep baru, di tempat yang juga baru yaitu di Atlantis Land, Surabaya, pada 14-15 September 2019.

Dalam gelaran Jazz Traffic Festival kesembilan ini, penonton dapat bernyanyi bersama musisi-musisi kesayangannya yang akan menampilkan aksi terbaik di atas empat panggung, dengan panggung utama di dekat air mancur. Penonton juga dapat menonton pertunjukan musik sekaligus menikmati wahana di Atlantis Land yang akan dibuka sampai acara JTF selesai. Selain itu, penonton juga dapat memanjakan lidah dengan stan-stan Food and Beverages yang ada di dalam dan di luar Atlantis Land.

Satu hal yang semakin membuat Jazz Lovers penasaran adalah siapa saja musisi yang akan tampil di gelaran musik terbesar di Indonesia timur ini.

Berikut 11 dari ratusan musisi yang akan menghangatkan panggung Bistar Jazz Traffic Festival 2019. Siapa saja? Yuk intip ulasan singkat di bawah ini, yang dihimpun suarasurabaya.net dari berbagai sumber.


Barry Likumahuwa

Barry Likumahuwa adalah musisi multi talenta Indonesia, pemain bass, produser, komposer, sutradara musik jazz, funk, soul, R&B dan musik gospel. Minat bermusik putra Benny Likumahuwa, legenda jazz Indonesia ini terlah melahirkan sederet album dan project jazz dan funk. Hingga hari ini, Barry telah berkolaborasi dengan artis internasional seperti pemenang Grammy Awards Maurice "Mobetta" Brown, Senin Michiru, Erik Hargrove (James Brown & Bootsy Collins), Ezra Brown (AS) Jeremy Tordjman (Prancis), Lewis Pragasam (Malaysia), Jeff Lorber (AS), dan banyak lainnya.

Syaharani and The Queenfireworks

Sejak tahun 2006, penyanyi jazz Syaharani tampil dalam format band dengan nama Syaharani and The Queenfireworks. Band ini dikenal selalu membawakan komposisi dengan aransemen yang ringan, ceria, dan eksotis. Aransemen-aransemen baru band ini selalu sukses membius penontonnya yang terdiri dari berbagai usia.

Ardhito Pramono

Ardhito Rifqi Pramono yang akrab dipanggil Ardhito atau Dhito adalah penyanyi Indonesia yang lahir di Jakarta, 22 Mei 1995. Penikmat musik jazz dan penggemar lagu tahun 40-an ini tidak hanya pandai menciptakan lagu, ia juga pandai memainkan gitar, piano, hingga drum. Pemuda berkacamata ini mulai mencuri perhatian publik sejak dia mengunggah video cover hits populer dan lagu lawas di YouTube. Beberapa judul lagu ciptaannya yang sudah ditonton jutaan kali adalah Bitterlove, Bila, dan Fake Optics.

Raisa

Lagu-lagunya yang menyentuh hati membuat Raisa memiliki banyak penggemar setia. Setelah melahirkan Zalina Raine Wyllie, akhirnya penyanyi yang akrab disapa Yaya ini resmi kembali ke dunia hiburan. Single "Kembali" yang dirilis pada Juli 2019, menjadi penanda kembalinya Raisa ke dunia tarik suara.

Tulus

Puluhan penghargaan baik di bidang musik dan sinematografi, telah Tulus dapatkan di 7 tahun perjalanan musiknya. Keinginannya menjadi bagian sejarah musik di Indonesia dan dunia, membawa pria kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat ini berekspansi ke Jepang dan Malaysia.

Andra and the Backbone

Grup musik yang dibentuk pada tahun 2007 ini terdiri dari Dedy, Stevie, dan Andra Junaidi. Andra diketahui juga gitaris Dewa 19. Single-single band pop rock, di antaranya yang berjudul Sempurna dan Main Hati, sukses digemari publik.

Yowis Ben

Band ini berasal dari film drama komedi Indonesia berjudul sama yang dirilis pada tahun 2018. Sesuai filmnya, lagu-lagu Yowis Ben juga menggunakan lirik berbahasa Jawa. Lagu Galau, Gandolane Ati, dan Gak Iso Turu adalah 3 dari 10 lagu yang sudah dirilis band yang digawangi Bayu Skak, Joshua Suherman, Tutus, dan Brandon Salim.

Letto

Letto adalah band Indonesia yang dibentuk pada bulan April 2004. Grup musik asal Yogyakarta ini beranggotakan Sabrang Panuluh (alias Noe) pada vokal, Agus Riyono (alias Patub) pada gitar, Ari Prastowo (alias Arian) pada bass, dan Dedi Riyono (alias Dhedhot) pada drum. Sejak tahun 2015, single-single Letto, seperti Sampai Nanti Sampai Mati, Sandaran Hati, Ruang Rindu, Sebenarnya Cinta, dan Sebelum Cahaya, secara khusus telah menempati hati pendengarnya. Beberapa karya mereka juga digunakan sebagai soundtrack film maupun sinetron.

Dialog Dini Hari

Trio folk atau blues asal Bali ini baru saja mengakhiri tidur panjangnya dengan single "Pralaya". Sedikit berbeda dari lirik hits-hits mereka yang sesederhana dialog di pagi hari, Pralaya disebut-sebut mewakili kebebasan bermusik tanpa sekat mental bagi ketiga personelnya yaitu Brozio Orah, Dadang SH Pranoto, dan Deny Surya.

Nidji

Sempat vakum karena vokalisnya maju ke dunia politik, band ini baru saja mengumumkan Yusuf Ubay sebagai vokalis baru penerus Giring. Lima personel lainnya adalah Andi Ariel Harsya dan Ramadhista Akbar (gitar), Randy Danistha (kibor, synthesizer), Andro Regantoro (bass), serta Adri Prakarsa (drum). Konsep musik yang diusung band dengan basis penggemar bernama Nidji Holic ini seperti arti namanya, pelangi. Modern rock dipadu unsur-unsur lain, seperti progresif, funk, alternatif, dan pop.

Sisitipsi

Lirik nakal dipadu nuansa musik lawas dengan sentuhan bossanova, samba, swing, bluegrass, country, atau jazz, menjadi identitas band ini. Personelnya adalah Fauzan Lubis, Rian Rahman, Eka Wiji Astanto, Hendar Dimas Anggara, Amoroso Romadian, dan Aditiya Rahman. Nama band yang terbentuk pada medio 2014 di salah satu kampus seni Jakarta ini berasal dari tulisan di mural-mural kampus yang artinya awas CCTV.

Cara pemesanan dan harga tiket Bistar Jazz Traffic Festival 2019 akan segera diumumkan. Info selanjutnya juga dapat diakses di jazztraffic.com atau Instagram @jazztraffic.(berbagai/iss)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.