KAMPOENG MEDIA

Ekskul Jurnalistik SMAN 21 Surabaya Makin PD Setelah ke SS

Laporan Ika Suryani Syarief | Jumat, 22 Februari 2019 | 20:42 WIB
Guru dan siswa SMAN 21 Surabaya mengudara bersama Wismanti, penyiar Radio Suara Surabaya, Jumat (22/2/2019). Foto: Ika suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Produk jurnalistik tak hanya majalah saja, satu di antaranya adalah radio. Hal inilah yang mendorong 3 guru dan 20 siswa peserta ekstrakurikuler jurnalistik SMAN 21 Surabaya berkunjung ke Radio Suara Surabaya, Jumat (22/2/2019).

Rombongan diterima Septian Yudha dan Virginia, tim promosi Suara Surabaya. Pertama-tama, guru dan siswa diajak ke divisi On Air. Di newsroom, siswa mendengarkan penjelasan Andini tentang pengumpulan berita yang akan dibacakan news anchor. Kemudian di ruang gate keeper, Emma Rahmawati penyiar SS menjelaskan sistem penyaringan dan pengelolaan informasi dari pendengar. Dua guru dan satu siswa lalu berkesempatan mengudara bersama Wismanti, penyiar SS.

Sri Andajani Guru Bahasa Indonesia SMAN 21 Surabaya menjelaskan tujuannya membawa siswanya ke di Radio Suara Surabaya. "Kami ingin memberi wawasan kepada anak-anak (siswa, red) kami bahwa jurnalistik itu luas. Sekaligus mengenalkan profesi penyiar dan memotivasi anak-anak untuk lanjut ke bangku kuliah," kata dia.


Siswa SMAN 21 Surabaya mendengarkan penjelasan Andini, News Anchor Radio Suara Surabaya, Jumat (22/2/2019). Foto: Ika suarasurabaya.net


Selain itu, Sri berharap setelah melihat langsung pengelolaan informasi di Suara Surabaya, siswanya bisa makin percaya diri saat meliput kegiatan untuk majalah sekolah.

Setelah melihat sistem kerja penyiar SS, Iasah, seorang siswa mengaku ternyata jadi penyiar tidak mudah. "Orang-orang berpikir jadi penyiar tinggal ngomong, ternyata harus bisa memvisualisasikan ke pendengar. Susah juga jadi penyiar," kata dia.


Siswa SMAN 21 Surabaya mendengarkan penjelasan Larasati, Pramudita, dan Hamim, tiga admin e100, Jumat (22/2/2019). Foto: Ika suarasurabaya.net

Setelah itu, rombongan berpindah ke ruangan divisi New Media. Para siswa langsung berpencar, mendatangi, dan mengajukan sejumlah pertanyaan untuk tim media sosial SS dan tim grafis. Ada yang menanyakan tentang kebijakan e100 terhadap akun palsu, sampai bagaimana cara mengedit vlog.

Denny Sofiastutik, Guru Bahasa Indonesia SMAN 21 Surabaya yang mendengar ada program jurnalistik untuk siswa SMA sederajat atau Suara Surabaya Muda, menyatakan keinginannya agar siswa SMAN 21 Surabaya bisa terlibat. "Saya sangat berharap siswa kami bisa ikut Suara Surabaya Muda," kata Denny.


Siswa SMAN 21 Surabaya mendengarkan penjelasan Gana, desainer grafis dan video editor Suara Surabaya, Jumat (22/2/2019). Foto: Ika suarasurabaya.net

Kunjungan ditutup dengan pemaparan tentang Suara Surabaya Media dan Suara Surabaya Muda dari Totok Sumarno, reporter Suara Surabaya dan penanggungjawab program Suara Surabaya Muda.(iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.