KAMPOENG MEDIA

Belasan Suster Kunjungi Suara Surabaya untuk Pelajari Peran Media

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 16 Maret 2019 | 11:56 WIB
Belasan suster dari Serikat Suster Putri Kasih saat mengunjungi Kantor Suara Surabaya Media, Sabtu (16/3/2019). Mereka melihat video jurnalistik hasil Tim New Media Suara Surabaya. Foto: Dimas Majalah SCG
suarasurabaya.net - Belasan suster dari Serikat Suster Putri Kasih dari berbagai daerah di Indonesia mengunjungi Suara Surabaya Media, Sabtu (16/3/2019) untuk belajar mengenai peran media dan dampaknya kepada masyarakat. Mereka diterima langsung oleh Errol Jonathans Direktur Utama Suara Surabaya Media.

Dalam kunjungan ini, Errol menjelaskan bagaimana media radio tidak lagi menjadi media konvensional, tapi juga media mainstream yang memiliki dampak besar lebih dari yang dipikirkan orang.

"Malah di era yang banyak hoaks ini, masyarakat mencari tahu harus kemana memverifikasi berita kalau bukan di media mainstream," kata Errol.


Errol Jonathans saat menjelaskan mengenai Suara Surabaya Media di Kantor Suara Surabaya. Foto: Dimas Majalah SCG


Menurutnya, ini karena Radio Suara Surabaya yang merintis visi jurnalistik dan citizen journalism yang tidak hanya menyiarkan berita, namun juga menjaring partisipasi warga atas peristiwa yang ada di lapangan.

Radio Suara Surabaya yang sekaligus menjadi representasi warga inilah yang membuat Suara Surabaya tidak lagi menjadi radio siaran, tetapi juga lembaga sosial yang menjembatani persoalan-persoalan masyarakat.

Dengan mengunjungi Suara Surabaya, para suster ingin mempelajari tentang peran media yang nantinya dapat diterapkan untuk dapat menolong orang miskin sesuai peran mereka.

Para suster terlihat antusias mengikuti media visit kali ini. Beberapa kali mereka ikut berdiskusi mengenai etika jurnalistik dan meredam hoaks.

"Kita ingin belajar salah satunya dengan Suara Surabaya, agar kita punya cara memanfaatkan digital dengan baik dengan meminimalisir hal-hal yang tidak perlu. Terutama untuk melayani orang miskin yang butuh bantuan," kata suster Kristi, yang juga bertugas di Panti Werdha Santo Yosef, Surabaya.

Tidak hanya berdiskusi, para suster juga mengunjungi ruangan on air Radio Suara Surabaya dan She Radio. Di sana, mereka melihat langsung proses produksi siaran radio yang ada di Suara Surabaya Media.


Para suster melihat langsung proses siaran di Radio Suara Surabaya. Foto: Dimas Majalah SCG

Mereka mengaku sangat terkesan dengan bagaimana media dapat memberikan dampak yang besar bagi masyarakat dengan informasi yang disiarkan.

"Kesan saya keren banget Suara Surabaya, dimanage dengan baik, kemudian benefit untuk masyarakat sungguh-sungguh dipikirkan, keakuratan berita untuk memenuhi kaidah kode etik juga, sungguh kami banyak belajar disini, keren, semangat terus Suara Surabaya," tambah Suster Kristi dengan antusias.(tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.